Breaking News:

Berita Kolaka

Jalur Penyeberangan Kapal Feri Kolaka-Bajoe Ditutup hingga 11 Desember 2021 Akibat Cuaca Buruk

Jalur penyeberangan kapal feri Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara (Sultra) ke Bajoe, Sulawesi Selatan ditutup sementara.

Penulis: Laode Ari | Editor: Sitti Nurmalasari
Istimewa
Kondisi Cuaca Ekstrem di Pantai Kolaka, Sulawesi Tenggara 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Jalur penyeberangan kapal feri Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara (Sultra) ke Bajoe, Sulawesi Selatan ditutup sementara.

Pemberhentian sementara pelabuhan penyeberangan tersebut karena kondisi cuaca buruk terjadi di Sultra khususnya wilayah Kabupaten Kolaka dalam beberapa hari terakhir ini.

Plt Kepala Dinas Perhubungan Sultra, Muhammad Rajulan membenarkan perihal penutupan jalur penyeberangan tersebut.

Namun, dia mengatakan penutupan jalur penyeberangan itu bukan wilayah Dinas Perhubungan, tapi kewenangan Balai Pengelola Transportasi Darat atau BPTD.

"Kami hanya berkoordinasi terkait adanya penutupan jalur penyeberangan Kolaka - Bajoe," katanya saat dikonfirmasi melalui telepon, Selasa (7/12/2021).

Baca juga: KM Pantai Gading Rute Kasipute - Sikeli Bombana Mati Mesin, Dievakuasi Tugboat ke Jetty Tambang

Sementara itu, Kepala BPTD Wilayah XVIII Sultra, Benny Nurdin, menjelaskan, pihaknya mengambil langkah penutupan jalur penyeberangan karena kondisi cuaca buruk atau ekstrem di wilayah Kolaka.

Surat Edaran Penutupan Sementara Penyeberangan Kolaka-Bajoe oleh pihak BPTD Wilayah XVIII Sultra
Surat Edaran Penutupan Sementara Penyeberangan Kolaka-Bajoe oleh pihak BPTD Wilayah XVIII Sultra (Istimewa)

Hal tersebut berdasarkan Surat Edaran Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan Kelas III Pomalaa pada 29 November 2021.

Baca juga: Kapal Tujuan Kendari Tenggelam di Perairan Tanjung Toronipa Konawe, Berlayar dari Sulawesi Tengah

Selain itu, surat BMKG pada 6 Desember 2021 perihal perkiraan kondisi gelombang wilayah perairan Teluk Bone bagian selatan, Selat Makassar, dan Laut Flores.

Benny Nurdin mengatakan imbauan larangan penyeberangan dan operasi pelayaran tersebut berlaku hingga 11 Desember 2021 mendatang.

"Jika BMKG info kondisi cuaca buruk atau ekstrem, karena menyangkut keselamatan pelayaran, maka kita menutup sementara operasi penyeberangan atau pelayaran di pelabuhan," jelas Benny Nurdin.

Ia menambahkan, larangan operasi penyeberangan dan pelayanan sementara tersebut akan dicabut jika ada informasi cuaca dari BMKG.

"Jadi sampai waktu yang ditentukan dalam surat edaran itu BMKG belum merilis kondisi perkiraan cuaca, maka bisa kami perpanjang larangan operasi penyeberangan dan pelayaran," tutur Benny Nurdin. (*)

(TribunnewsSultra.com/La Ode Ari)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved