Breaking News:

Berita Ekonomi

Perekonomian 2022 Bakal Tumbuh 5,5 Persen, Plt Kepala Bank Indonesia Sultra Sebut 5 Tantangan Baru

Perekonomian Indonesia bakal pulih pada 2022 mendatang dengan pertumbuhan yang kisarannya mencapai 4,7 persen hingga 5,5 persen (yoy).

Penulis: Muh Ridwan Kadir | Editor: Sitti Nurmalasari
Tangkapan Layar
Perekonomian Indonesia bakal pulih pada 2022 mendatang dengan pertumbuhan yang kisarannya mencapai 4,7 persen hingga 5,5 persen (yoy). 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Perekonomian Indonesia bakal pulih pada 2022 mendatang dengan pertumbuhan yang kisarannya mencapai 4,7 persen hingga 5,5 persen (yoy).

Artinya dalam pertumbuhan perekonomian Indonesia 2022 mendatang akan lebih tinggi dari pada 2021 yang sebesar 3,2 persen hingga 4 persen (yoy).

Plt Kepala Bank Indonesia Sultra Taufik Ariesta Ardhiawan mengatakan selain ekspor, konsumsi, dan investasi, peningkatan ini juga didukung dengan adanya program vaksinasi, pembukaan sektor ekonomi, dan stimulus kebijakan.

Katanya, melihat prospek ekonomi pada 2022 akan terjadi defisit transaksi berjalan rendah sekitar 1,5 persen PDB, inflasi rendah dan terkendali pada sasaran 1 atau 3 persen.

Kemudian stabilitas nilai tukar terjaga sesuai dengan komitmen yang kuat di tengah normalisasi moneter, cadangan devisa meningkat, dan stabilitas sistem keuangan terjaga.

Baca juga: Pemkot Kendari Luncurkan Layanan Pajak Digital Tahap II, Gandeng Bank Indonesia Mudahkan Masyarakat

"Selain itu, likuiditas melimpah, kecukupan modal tinggi, dan ekonomi keuangan digital meningkat pesat," katanya, Selasa (30/11/2021).

Plt Kepala Bank Indonesia Sultra itu menuturkan terdapat lima tantangan baru yang perlu dicermati bersama dalam perekonomian 2022 mendatang.

Pertama, katanya normalisasi kebijakan di negara maju dan ketidakpastian pasar keuangan global, kedua dampak luka memar pandemi Covid-19 pada korporasi dan sistem keuangan.

Ketiga, meluasnya sistem pembayaran digital antarnegara dan risiko aset kripto, keempat tuntutan ekonomi serta kelima keuangan hijau dan melebarnya kesenjangan.

"Sehingga membutuhkan inklusi ekonomi," ujar Plt Kepala Bank Indonesia Sultra tersebut.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved