Breaking News:

Terungkap Perilaku Anggita Pasaribu 'Rindu', Istri Jenderal TNI Eks Dandim Pemaki Ibu Arteria Dahlan

Terungkap perilaku Anggita Pasaribu alias Rindu, istri jenderal TNI eks Dandim Jakarta Pusat pemaki ibu politikus PDI Perjuangan Arteria Dahlan.

Editor: Aqsa
kolase foto (handover)
Kolase foto politikus PDI Perjuangan Arteria Dahlan dan wanita yang sebelumnya terlibat cekcok dengan ibunda Arteria di bandara. Belakangan diketahui sang wanita bernama Anggita Pasaribu alias Rindu yang merupakan istri jenderal TNI eks Dandim Jakarta Pusat. 

Terbiasa Pakai Fasilitas TNI

Kasus cekcok antara ibunda Arteria Dahlan dan sosok wanita yang belakangan diketahui merupakan istri Jenderal TNI tersebut kini menjadi sorotan publik.

Pasalnya, fenomena seperti ini sangat kerap terjadi, di mana seseorang atau bahkan hanya sebatas anggota keluarga yang memiliki jabatan terutama di instansi pemerintah, menjadikan kedudukannya tersebut untuk menunjukkan superior saat berkonflik dengan orang lain.

Dalam kasus ini, Arteria merupakan seorang anggota Komisi III DPR, sedangkan sang wanita ternyata istri Brigjen TNI.

Terlepas dari itu, keduanya sama-sama saling menunjukkan kedudukannya.

Dilansir dari Kompas.com, pengamat militer Connie Rahakundini Bakrie menilai sikap superioritas yang ditunjukkan oleh si wanita bisa jadi muncul akibat terbiasa menyalahgunakan fasilitas TNI milik suaminya.

Ini terlihat saat wanita itu terekam video dijemput dengan mobil dinas TNI.

Padahal, sesuai aturan, harusnya mobil dinas hanya digunakan oleh personel TNI untuk kebutuhan dinas.

Selain itu, Connie menegaskan, mobil dinas TNI tidak boleh disopiri oleh warga sipil.

Maka, bisa disimpulkan bahwa mobil yang menjemput perempuan tersebut di bandara dikendarai oleh anggota TNI.

“Berarti dia pakai sopir tentara juga. Kalau kita lihat di video bahkan ada asprinya juga. Jadi pertanyaannya, dia ini kok bisa pakai perangkat dinas (punya suaminya?),” jelas Connie.

Connie pun menilai, kondisi itulah yang kemudian membuat perempuan tersebut dengan mudahnya membawa-bawa pangkat dan kedudukan suaminya saat berseteru dengan ibu Arteria.

“Saya melihatnya, enggak mungkin juga dia punya habit begini kalau dia enggak berkembang dengan suasana seperti itu. Buat dia biasa saja, makanya pede seperti itu,” ujarnya.

Sementara itu, Sosiolog dari Universitas Indonesia Paulus Wirutomo menilai, orang yang mempunyai kedudukan memang kerap memiliki kecenderungan untuk menunjukkan superioritasnya saat berkonflik dengan orang lain.

“Dia merasa kedudukan sosialnya lebih tinggi buat menakuti orang, buat menekan orang yang lawan dia, siapa pun lawannya, ditekan dengan modal itu. Aku anaknya ini, dan lain-lain,” jelas Paulus,

Cara menyelesaikan konflik seperti itu, kata dia, memang cenderung dilakukan oleh orang yang memiliki kedudukan.

“Kalau orang biasa marah-marah juga, bisa saja, tapi tidak ada sesuatu yang bisa ditonjolkan,” ujar Paulus.

Kebetulan, konflik yang terjadi di Bandara Soekarno-Hatta itu sama-sama melibatkan orang yang punya kedudukan.

“Yang marah menjual modalnya (sebagai istri jenderal). Kebetulan yang diteriaki, anaknya punya jabatan juga. Jadi merasa tersinggung, saya modalnya gini, kok ada yang berani,” jelasnya.

Paulus pun berharap kejadian yang melibatkan ibu Arteria dan perempuan itu bisa menjadi pembelajaran bagi kedua belah pihak maupun bagi masyarakat.

“Orang mau menonjolkan superioritas dia di depan umum ya itu. Harus ingat, di atas langit masih ada langit,” katanya.(*)

(Tribunnews.com/Pravitri Retno Widyastuti/Wahyu Aji, TribunnewsSultra.com)

Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved