Breaking News:

Berita Sulawesi Tenggara

Pencurian Buku Nikah Marak Terjadi di Indonesia, Kanwil Kemenag Sultra Tingkatkan Kewaspadaan

Menanggapi hal tersebut, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Sulawesi Tenggara (Sultra) Zainal Mustamin mengatakan pihaknya selalu waspada.

Penulis: Muh Ridwan Kadir | Editor: Sitti Nurmalasari
TribunnewsSultra.com/ Muh Ridwan Kadir
Kepala Kemenag Sultra Zainal Mustamin 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Saat ini kian marak terjadi pencurian buku nikah di beberapa daerah di Indonesia oleh sejumlah oknum tak bertanggung jawab untuk disalahgunakan.

Bahkan pencurian buku nikah tersebut diberikan kepada penadah untuk dijual kembali kepada pasangan nikah siri.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Sulawesi Tenggara (Sultra) Zainal Mustamin mengatakan pihaknya meningkatkan waspada.

Zainal Mustamin mengimbau kepada seluruh jajarannya terlebih yang berada di kabupaten dan kota untuk terus waspada agar tak terjadi di Sulawesi Tenggara.

"Kita harus waspada karena buku nikah adalah dokumen negara yang perlu dijaga apalagi jika sudah hilang bisa disalahgunakan oleh oknum yang tak bertanggung jawab," ucapnya, Rabu (17/11/2021).

Baca juga: Kemenag Sulawesi Tenggara Launching Gerakan Moderasi Beragama, Jaga Islam Wasathiyah

Kata Zainal Mustamin, harus diakui tak mudah memang menjaga dokumen negara tersebut sehingga guna mencegah hal itu, Kemenag menghadirkan digitalisasi layanan KUA.

Menurutnya semua layanan pernikahan akan berbasis digital, dengan begitu tak semua orang bisa mengakses layanan tersebut, hanya bisa dilakukan oleh operator.

"Kita perlu memperkuat layanan digital untuk memangkas penyalahgunaan buku nikah fisik," ujarnya.

Lanjutnya, ke depannya terdapat buku nikah digital, namun tak menghilangkannya secara fisik buku nikah tersebut, tetap keduanya digunakan.

"Selain itu untuk masyarakat sendiri yang hendak nikah, dan akan mengajukannya ke KUA tingkat kecamatan baiknya untuk mendaftar minimal 10 hari sebelum acara pernikahan digelar," tuturnya.

Baca juga: Eks Mentan Amran Sulaiman Diperiksa di Polda Sultra, Kasus Dugaan Korupsi Izin Tambang di Konut

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved