Breaking News:

Berita Sulawesi Tenggara

Eks Mentan Amran Sulaiman Diperiksa di Polda Sultra, Kasus Dugaan Korupsi Izin Tambang di Konut

Eks Menteri Pertanian Amran Sulaiman diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Markas Polda Sultra, Rabu (17/11/2021).

Penulis: Fadli Aksar | Editor: Sitti Nurmalasari
Handover
Markas Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tenggara (Sultra) 

"Saya tidak tanya siapa-siapa yang diperiksa, saya hanya membenarkan KPK menggunakan ruangan Krimsus untuk melakukan pemeriksaan," imbuhnya.

Kasus Dugaan Korupsi

Diketahui, dalam kasus ini, Aswad Sulaiman menjabat Bupati Konawe Utara periode 2007-2009 dan 2011-2016 diduga menerima suap Rp13 miliar.

Suap tersebut diduga berasal dari sejumlah pengusaha yang diberikan izin pertambangan. Aswad Sulaiman juga diduga telah menyebabkan kerugian negara sebesar Rp2,7 triliun.

Indikasi kerugian negara ini dari penjualan hasil produksi nikel yang diduga diperoleh akibat proses perizinan yang melawan hukum.

Aswad diduga menyalahgunakan kewenangan untuk menguntungkan diri sendiri, orang lain, dan korporasi.

Baca juga: Polda Sultra Didesak Hentikan Dugaan Pencurian Ore Nikel di Lahan Milik PT PGWL & PT BGUR di Konut

Di mana melakukan pemberian izin kuasa pertambangan eksplorasi, eksploitasi, serta izin usaha pertambangan operasi produksi nikel di Kabupaten Konawe Utara pada 2007-2014.

Aswad disangka melanggar Pasal 2 ayat 1 atau Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Selain itu, dia disangka melanggar Pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP. (*)

(TribunnewsSultra.com/Fadli Aksar)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved