Breaking News:

Kepala Bapenda Sultra Tersangka

Anggap Kepala Bapenda Sultra Orangtua, Aktivis Korban Dugaan Penganiayaan Cabut Laporan di Polisi

Aktivis korban dugaan penganiayaan Alfin Pola menempuh jalur damai dengan mencabut laporan di Polsek Poasia, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra).

Penulis: Fadli Aksar | Editor: Sitti Nurmalasari
TribunnewsSultra.com/ Fadli Aksar
Aktivis korban dugaan penganiayaan Alfin Pola menempuh jalur damai dengan mencabut laporan kasus yang dialaminya di Polsek Poasia. 

Penyidik Polsek Poasia pun melayangkan surat panggilan pemeriksaan terhadap Yusuf Mundu pada Kamis (11/11/2021).

Kepala Bapenda Sultra, Yusuf Mundu diminta menghadiri pemeriksaan di Markas Polsek Poasia, pada Sabtu (13/11/2021).

Yusuf Mundu datang menghadiri pemeriksaan dan langsung masuk ke ruangan Kapolsek Poasia AKP Muhammad Salam bersama korban Alfin Pola.

Hingga pukul 13.50 Wita, Yusuf Mundu dan korban dugaan penganiayaan masih berada di ruangan Kapolsek Poasia.

Pemeriksaan dilakukan secara tertutup, polisi tak membiarkan awak media masuk ke dalam ruangan Kapolsek Poasia.

Baca juga: Kepala Bapenda Sultra Diperiksa Bersama Korban di Ruangan Kapolsek Poasia, Dugaan Kasus Penganiayaan

Situasi Mapolsek

Inilah situasi Markas Kepolisian Sektor atau Polsek Poasia jelang kedatangan Kepala Badan Pendapatan Daerah Sulawesi Tenggara (Bapenda Sultra) Yusuf Mundu.

Kepala Bapenda Sultra Yusuf Mundu bakal diperiksa sebagai tersangka kasus dugaan penganiayaan di Polsek Poasia, Jl Badak, Kelurahan Rahandouna, Kecamatan Poasia, Kota Kendari, Provinsi Sultra, Sabtu (13/11/2021).

Diketahui, Kepala Bapenda Sultra Yusuf Mundu ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan penganiayaan terhadap aktivis Alfin Pola.

Penetapan tersangka dilakukan setelah penyidik Kepolisian Sektor atau Polsek Poasia, Kota Kendari memiliki dua alat bukti yang cukup.

Eks Pjs Bupati Konawe Utara (Konut) itu dijerat dengan Pasal 351 KUHP dan terancam hukuman penjara 2 tahun 8 bulan.

Namun hingga kini, Yusuf Mundu belum ditahan penyidik Polsek Poasia, lantaran belum memeriksa kepala OPD tersebut sebagai tersangka.

Penyidik Polsek Poasia telah melayangkan surat panggilan kepada Kepala Bapenda Sultra Yusuf Mundu, pada Kamis (11/11/2021).

Yusuf Mundu dipanggil untuk diperiksa sebagai tersangka kasus dugaan penganiayaan pada Sabtu (13/11/2021).

Pantauan awak TribunnewsSultra.com, hingga pukul 12.00 Wita, Yusuf Mundu belum tampak di Polsek Poasia.

Situasi Polsek Poasia tampak sepi, sejumlah polisi bekerja di musala, mengecat trotoar, dan membersihkan halaman.

Kapolsek Poasia AKP Muhammad Salam belum tampak, menurut informasi yang dihimpun, pimpinannya tersebut tengah keluar.

Selain itu, sejumlah awak media juga sudah berdatangan menunggu kehadiran Kepala Bapenda Sultra Yusuf Mundu.

Selain itu, sejumlah polisi berpakaian sipil juga satu per satu mulai masuk berkantor. (*)

(TribunnewsSultra.com/Fadli Aksar)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved