Breaking News:

Kepala Bapenda Sultra Tersangka

Anggap Kepala Bapenda Sultra Orangtua, Aktivis Korban Dugaan Penganiayaan Cabut Laporan di Polisi

Aktivis korban dugaan penganiayaan Alfin Pola menempuh jalur damai dengan mencabut laporan di Polsek Poasia, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra).

Penulis: Fadli Aksar | Editor: Sitti Nurmalasari
TribunnewsSultra.com/ Fadli Aksar
Aktivis korban dugaan penganiayaan Alfin Pola menempuh jalur damai dengan mencabut laporan kasus yang dialaminya di Polsek Poasia. 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Aktivis korban dugaan penganiayaan Alfin Pola menempuh jalur damai dengan mencabut laporan di Polsek Poasia, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra).

Alfin Pola mencabut laporannya di Polsek Poasia, terkait kasus dugaan penganiayaan yang dilakukan Kepala Bapenda Sultra Yusuf Mundu.

Alfin Pola mendatangi Markas Polsek Poasia bersama Kepala Badan Pendapatan Daerah Sulawesi Tenggara (Bapenda Sultra), pada Sabtu (13/11/2021) siang.

Menurut Alfin Pola kedatangannya di Mapolsek Poasia tersebut untuk mencabut laporan kasus yang dialaminya.

Dirinya beralasan, tiba-tiba mencabut laporan karena menganggap Yusuf Mundu bagian dari keluarganya.

"Pertama saya pikir (Yusuf Mundu) tokoh, dan saya sudah anggap sebagai orangtua," kata Alfin Pola di Mapolsek Poasia, Sabtu (12/11/2021).

Ia berdalih, tak mempermasalahkan kasus ini hingga mendesak polisi menetapkan Yusuf Mundu sebagai tersangka karena desakan kawan-kawannya.

"Saya sampaikan pada teman-teman, kita sudah terlalu jauh perjalanan kita. Teman-teman sepakat kita cabut (laporan) sajalah," ujarnya.

Sementara itu, Kapolsek Poasia AKP Muhammad Salam membenarkan Alfin Pola telah mencabut laporan kasus dugaan penganiayaan itu.

"Mereka sepakat untuk diselesaikan secara kekeluargaan, kita akan proses (SP3) karena sudah mencabut laporan," kata AKP Muhammad Salam di Polsek Poasia, Sabtu (13/11/2021).

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved