Breaking News:

Berita Sulawesi Tenggara

Pengangguran di Sultra Capai 58 Ribu Orang Terbanyak Lulusan SMP, Calon Pencari Kerja Capai 2 Ribu

Plt Kadisnakertrans Sultra, Haswandy, mengatakan sesuai data kurang lebih 2.500 orang setiap tahun jumlah penduduk yang masuk angkatan kerja.

Penulis: Laode Ari | Editor: Muhammad Israjab
Istimewa
Ilustrasi Pencari Kerja 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI -  Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Sulawesi Tenggara atau Disnakertrans Sultra mencatat angka pengangguran mencapai 58 ribu orang.

Selain itu, ada sekira 2 ribu masyarakat Sultra masuk angkatan kerja setiap tahunnya.

Plt Kadisnakertrans Sultra, Haswandy, mengatakan sesuai data kurang lebih 2.500 orang setiap tahun jumlah penduduk yang masuk angkatan kerja.

"Ini nanti yang akan memasuki lapangan kerja baru" katanya, Rabu (10/11/2021).

Baca juga: Persija Balas Bajak Gelandang Persib di Bursa Transfer Liga 1 2021 Usai Marc Klok Dibajak? Kata Bepe

Sementara itu, tingkat pengangguran di Sultra saat ini sekira 4,22 persen atau sekira 58 ribu orang.

Jumlah itu sesuai sesuai data dari Badan Pusat Statistik (BPS).

Dia berharap semakin banyak perusahaan di Sultra yang membuka lowongan kerja.

"Kita harapkan banyak perusahaan-perusahaan yang masuk di Sultra, membuka lowongan kerja," harapnya.

Menurut Haswandy, berdasarkan data yang ada, tingkat pengangguran di Sultra kebanyakan dari sekolah menengah pertama (SMP) ke bawah.

Baca juga: Warga Menjerit Histeris Lihat Mayat Pria di Sungai, Posisi Masih Pegang Tongkat Pancing

"Sementara sekolah menengah atas ke atas, yakni diploma dan S1 itu angkanya kurang lebih 18 persen yang mengisi lapangan kerja kita
sekarang" paparnya.

Dengan jumlah tersebut maka dituntut lulusan dari Sultra harus memiliki keterampilan lain atau kompetensi keahlian yang harus dimiliki.

"Bukan saja ijazah yang mereka miliki nanti. tapi harus ada tambahan kompetensi lain yang dibutuhkan oleh dunia kerja dan industri" ucapnya.

Haswandy menambahkan, perusahan bisa membuka lapangan kerja baru jika dalam perusahaan yang bersangkutan keadaan sehat.

"Harapan kita, hubungan antara pekerja dan perusahaan pemberi kerja bisa harmonis dan perusahan meningkatkan bisa keuntungannya dan bisa menyerap lapangan pekerjaan"tutupnya. (*)

(Tribunnewssultra.com/La Ode Ari) 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved