Breaking News:

Berita Sulawesi Tenggara

Demo di Kantor BUMN, BEM STMIK Catur Sakti Kendari Minta Erick Tohir Dicopot dari Kursi Menteri

Ketua BEM STMIK Catur Sakti Kendari, Abdul Wahid Akhyarudin mengatakan BUMN merupakan Badan Usaha Milik Negara yang di peruntuhkan untuk kemasalahatan

Penulis: Husni Husein | Editor: Muhammad Israjab
Istimewa
Potret Presma BEM STMIK Catur Sakti Kendari, Abd Wahid Akhyarudin ikut dalam aksi besar-besaran di depan Kantor Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Senin, (8/11/2021). 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM,KENDARI - Aksi demonstrasi yang tergabung BEM Nusantara di depan Kantor Kementrian BUMN, Senin (8/11/2021), dihadiri juga Presma BEM STMIK Catur Sakti Kendari.

Aksi ini menuntut Erick Thohir dicopot dari kursi Menteri BUMN. Demonstrasi mahasiswa diinisiasi aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Nusantar.

Ketua BEM STMIK Catur Sakti Kendari, Abdul Wahid Akhyarudin mengatakan BUMN merupakan Badan Usaha Milik Negara yang di peruntuhkan untuk rakyat.

Namun, saat ini BUMN malah menjadi alat kepentingan oligarki dalam mencapai kekuasaan individu.

"Jangan Sampai BUMN menjadi alat untuk kepentingan oligarki dalam mencapai kekuasaan," katanya, Selasa (9/11/2021).

Baca juga: PSM vs PSS Sleman BRI Liga 1 2021, Anco Jansen dan Wiljan Pluim Disorot, Juku Eja Tanpa Sutanto Tan

Menurutnya tindakan Erick Thohir saat ini telah membuat kepercayaan masyarakat kepada perusahaan badan milik negara itu sirna.

"Apalagi situasi pandemi yang masih melanda membuat rakyat menjadi lebih susah," ungkapnya.

Sebelumnya, Akhyar menerangkan dalam demo tersebut, Koordinator Pusat BEM Nusantara, Eko Pratama meminta 5 tuntutan tentang evaluasi Kementerian BUMN dipimpin Erick Thohir.

Diantaranya, Meminta Presiden RI mengevaluasi Kementerian BUMN, eminta Presiden RI mencopot atau mereshuffle Menteri BUMN Erick Thohir.

Baca juga: Kenal dari Aplikasi, Wanita Ini Diajak Teman Pria ke Hotel hingga Harta Raib: Terhipnotis Rayuannya

Meminta Presiden RI untuk berani bertindak demi menyelamatkan BUMN dan Negara, serta mengecam pemikiran Menteri BUMN Erick Thohir terhadap Penyertaan Modal Negara (PMN) yang tidak akan merugikan Negara.

"Kami juga turut meminta Menteri BUMN Erick Thohir untuk bertanggung jawab atas kerugian BUMN," terangnya.

Diketahui pula saat demonstrasi berlangsung, BEM Nusantara melakukan aksi pelepasan 100 tikus sebagai tanda dan sindiran bahwa BUMN hari ini sedang digerogoti pejabat yang tak bertanggungjawab.

Baca juga: Penjual Cilok Tewas Dibunuh Pria Gangguan Jiwa, Pak RT Sebut Pelaku Sering Mengamuk

"Hal ini bentuk sindiran kami BUMN itu tidak lagi berorientasi dalam menjaga stabilitas keuangan negara," tutur Akhyr.

Menurut Akhyr, Koordinator pusat BEM Nusantara, Eko Pratama menegaskan gerakan yang dilaksanakan ribuan mahasiswa itu murni hasil kajian strategis BEM Nusantara dan tidak ada tendensi politik dari pihak manapun. (*)

(TribunnewsSultra.com/Husni Husein)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved