Breaking News:

Kendari Kita

Bapenda Kendari, Polisi dan Jasa Raharja Razia Kendaraan Tanpa STNK, SIM dan Mati Pajak

Bersama Jasa Raharja dan pihak kepolisian, operasi ini digelar di Jalan Malaka, Anduonohu, Poasia, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra).

(Amelda Devi Indriyani/TribunnewsSultra.com)
Sejumlah masyarakat diberhentikan dan diperiksa kelengkapan surat-surat kendaraan bermotornya oleh Bapenda Kota Kendari, Jasa Raharja Sultra dan pihak kepolisian, Selasa (9/11/2021) 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Badan Pendapatan Daerah atau Bapenda Kota Kendari menggelar razia terkait pemeriksaan surat-surat kendaraan motor dan mobil.

Bersama Jasa Raharja dan pihak kepolisian, operasi ini digelar di Jalan Malaka, Anduonohu, Poasia, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), Selasa (9/11/2021).

Pantauan TribunnewsSultra.com, puluhan kendaraan baik mobil maupun motor harus melalui pemeriksaan.

Ada kendaraan yang ditahan lantaran tidak lengkap surat kendaraan bermotornya, mulai dari tidak memiliki SIM, tidak membawa STNK bahkan mati pajak atau belum membayar pajak.

Baca juga: Ingin Beli Seblak, Gadis 16 Tahun Malah Dicabuli 3 Tetangga sampai Pingsan

Baca juga: Siswa SMP Tiba-tiba Berada di Motor, Ternyata akan Diculik hingga Korban Tersadar dari Hipnotis

Ada pula kendaraan yang lolos dari operasi yakni kendaraan yang lengkap surat-surat kendaraannya dan kendaraan yang masa berlakunya masih lama atau tahun 2025 ke atas.

Salah satu petugas Bapenda Kota Kendari Marlina Saranani mengatakan kegiatan yang berlangsung setiap triwulan ini berlangsung hingga 11 November 2021.

"Untuk besok lokasinya kami belum tahu, ini sampai tanggal 11 November," jelasnya.

Begitupun dengan seorang petugas Jasa Raharja Sultra, Faturrahman mengatakan, kegiatan yang dimulai hari Senin (8/11) tepatnya di By Pass ini, dilaksanakan dengan menyesuaikan situasi arus lalu lintas.

Baca juga: Pengusaha yang Bawa Kapulaga Tewas dalam Mobil, Diduga Keracunan Gas dari AC

Baca juga: Pengusaha yang Bawa Kapulaga Tewas dalam Mobil, Diduga Keracunan Gas dari AC

"Ini tidak ditentukan dari jam berapa sampai jam berapa, tapi menyesuaikan dengan situasi, jika sudah sepi kami berhenti," katanya.

Ia menyampaikan tujuan diadakan operasi ini adalah selain untuk menertibkan pengendara dengan melengkapi berkas kendaraan, juga untuk memastikan pajak kendaraan.

Hal tersebut berdasarkan Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2000 yang merupakan perubahan atas Undang-Undang Nomor 18 Tahun 1997 tentang pajak Daerah dan Retribusi Daerah.

Baca juga: Abaikan Interupsi, Puan Maharani Lanjut Tutup Sidang Paripurna Pengesahan Panglima TNI Baru

Kemudian pajak kendaraan juga diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 65 Tahun 2001 tentang pajak daerah.

Untuk pengendara yang terjaring karena tidak memiliki SIM atau tidak memiliki STNK maka dikenakan tilang oleh pihak kepolisian.

Sementara pengendara yang menunggak bayar pajak di arahkan oleh Bapenda dan Jasa Raharja untuk melakukan pembayaran pajak. (*)

(TribunnewsSultra.com/Amelda Devi Indriyani)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved