Breaking News:

Berita Kendari

Kakanwil Kemenag Sulawesi Tenggara Sebut Pengelolaan Wakaf di Sultra Belum Maksimal

Menurutnya, kekurangan tersebut jika dibandingkan dengan capaian pengelolaan zakat yang lebih baik, walau belum menyentuh secara keseluruhan.

Penulis: Muh Ridwan Kadir | Editor: Sitti Nurmalasari
Istimewa
Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) melalui Bidang Penerangan Agama Islam dan Pemberdayaan Zakat Wakaf menggelar Rapat Koordinasi Perlindungan Harta Benda Wakaf, Jumat (5/11/2021). 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Sulawesi Tenggara (Sultra) Zainal Mustamin mengatakan pengelolaan wakaf belum maksimal.

Menurutnya, kekurangan tersebut jika dibandingkan dengan capaian pengelolaan zakat yang lebih baik, walau belum menyentuh secara keseluruhan.

Zainal Mustamin menuturkan hal itu disebabkan sengketa mengenai permasalahan administrasi dari masyarakat.

Permasalahan itu, kata dia, banyaknya dari masyarakat yang sering melakukan secara lisan saja dan akhirnya digugat oleh ahli waris.

"Berapa banyak masjid kita terpaksa harus dibongkar yang semula diwakafkan dengan lisan atau dicatat oleh KUA, tapi tidak terbit sertifikatnya, karena Nadzir-nya tidak mengelola wakaf dengan baik dari sisi administrasinya," ucapnya melalui keterangan resmi, Sabtu (6/11/2021).

Baca juga: Pisah Sambut Kakanwil Kemenag Sulawesi Tenggara, Tiga Pesan Fesal Musaad untuk Zainal Mustamin

Sehingga ini menjadi sengketa atau permasalahan yang cukup berbahaya karena telah menggeser niat orang yang sudah mewakafkan, lalu dimanfaatkan dengan kepentingan tidak sesuai dari orang yang mewakafkan walaupun melalui lisan.

"Oleh karena itu, saya berharap pengelola wakaf bisa menjaga harta wakaf dari sengketa dan segala permasalahannya agar pahala orang yang mewakafkan itu terus mengalir, dan orang yang mengelola juga mendapatkan pahala," ujarnya.

Kakanwil Kemenag Sultra ini menuturkan selain wakaf yang bersifat tradisional, seperti wakaf kebun, tanah, dan sebagainya, dia menilai pemberdayaan wakaf uang dinilainya sangat penting.

Menurutnya, wakaf uang dengan sistem bagi hasil harus mulai dikembangkan oleh badan pengelola wakaf di Sultra.

Artinya, kata dia, orang yang mewakafkan uangnya di bank syariah akan mendapatkan Sertifikat Wakaf Uang, artinya saldo tidak akan berkurang.

Baca juga: Prof Muhammad Zamrun Siap Bertarung Musprov PSSI Sultra, Visi Bakal Rutin Gelar Kompetisi Sepakbola

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved