Breaking News:

Berita Sulawesi Tenggara

Kapolda Sultra Sebut Paham Radikalisme Sewaktu-waktu Bisa Tumbuh, Ajak Masyarakat Perangi Sejak Dini

Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Tenggara, Irjen Pol Yan Sultra Indrajaya mengatakan Sultra belum bisa dikatakan terbebas dari paham radikalisme.

Penulis: Laode Ari | Editor: Sitti Nurmalasari
TribunnewsSultra.com/ La Ode Ari
Kapolda Sulawesi Tenggara Irjen Pol Yan Sultra saat memberikan sambutan dalam kegiatan launching buku Merawat Harmoni Menangkal Radikalisme di Sulawesi Tenggara, di Aula Merah Putih Rujab Gubernur Sultra, Jumat (5/11/2021). 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Tenggara, Irjen Pol Yan Sultra Indrajaya mengatakan Sultra belum bisa dikatakan terbebas dari paham radikalisme.

Kapolda Sultra menyebut paham radikalisme sewaktu-waktu masih dapat tumbuh di tengah masyarakat jika tidak segera ditangkal.

"Melihat situasi saat ini di Sultra, kalau ada atau tidak (radikalisme), belum ada wujud nyata," kata dia saat diwawancarai, Jumat (5/11/2021).

Irjen Pol Yan Sultra Indrajaya menjelaskan, tumbuhnya pemahaman radikalisme tergantung dari cara masyarakat memerangi.

Untuk itu, lanjut dia, masyarakat harus selalu dibekali pemahaman karena paham tersebut dapat merusak keutuhan kehidupan berbangsa dan bernegara.

Baca juga: Buku Merawat Harmoni Resmi Diluncurkan, Digagas UHO, Polda dan NU Tangkal Radikalisme di Sultra

Cara itu juga bisa disampaikan melalui buku Merawat Harmoni menangkal radikalisme yang baru saja diluncurkan.

Selain itu, Irjen Pol Yan Sultra Indrajaya mengatakan, kondisi geografis Sultra yang berdekatan dengan Poso, Sulawesi Tengah (Sulteng), bisa menjadi ancaman paham radikalisme masuk ke wilayah ini.

Ditambah lagi, paham radikalisme selalu menyasar kelompok masyarakat yang memiliki pemahaman minim tentang agama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

"Jadi jangan sampai kondisinya tenang-tenang saja, tapi paham radikalisme itu mulai ada dan berkembang," terang Kapolda Sultra itu.

"Sehingga dengan buku ini, masyarakat bisa sama-sama mengetahui bahaya radikalisme tersebut," tambahnya. (*)

(TribunnewsSultra.com/La Ode Ari) 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved