Indonesia Telat Bayar 593 Juta Dolar AS Dana Jet Tempur KF-X, Korea Selatan akan Datangi Kemenhan

Korea Selatan akan datangi Kementerian Pertahanan Indonesia akibat tunggakan pembayaran Indonesia hampir 600 juta dolar dalam proyet jet tempur KF-X

Penulis: Nina Yuniar | Editor: Ifa Nabila
YouTube KOMPASTV
Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM - Korea Selatan dan Indonesia akan mengadakan pembicaraan tahap terakhir mengenai keterlambatan pembayaran proyek jet tempur KF-X/IF-X (Korea Fighter Experiment/Indonesia Fighter Experiment).

Pengembangan jet tempur KF-X sendiri merupakan proyek kerjasama antara Indonesia dengan Korea Selatan.

Dilansir TribunnewsSultra.com dari The Korea Herald, Indonesia dalam proyek ini telah setuju untuk menanggung 20 persen dari biaya pengembangan jet tempur baru.

Tetapi kemudian Indonesia berhenti melakukan pembayaran.

Jumlah total biaya yang belum dibayar oleh Indonesia mencapai 704,1 miliar won (593 juta dolar Amerika Serikat).

Baca juga: 2 Hal Ini Diduga Pertimbangan Presiden Jokowi Tunjuk Andika Perkasa Jadi Calon Panglima TNI

Korea Selatan dan Indonesia akan mengadakan upaya negosiasi terakhir guna membahas permasalahan ini.

Rencananya minggu depan pihak pengembang dari Korea Selatan akan ke Indonesia untuk mengatasi pembayaran yang terlambat dalam proyek pengembangan pesawat tempur ini.

Pejabat dari Korea Aerospace Industries Ltd. (KAI), satu-satunya pembuat pesawat Korea Selatan, akan bertemu dengan negosiator dari Kementerian Pertahanan Indonesia.

Kini Seoul berusaha untuk mengendalikan masalah yang berkepanjangan atas komitmen Indonesia untuk 8,8 triliun won (7,4 miliar dolar AS) dalam proyek jet tempur KF-X.

Baca juga: Profil Jenderal Andika Perkasa Ditunjuk Jadi Panglima TNI oleh Presiden Jokowi Ganti Marsekal Hadi

Kang Eun-ho, Kepala Administrasi Program Akuisisi Pertahanan (Defense Acquisition Program Administration (DAPA)), diagendakan mengunjungi Indonesia dari Selasa hingga Kamis untuk bergabung dengan tim negosiasi Korea Selatan.

Selama audit parlemen bulan lalu, Kang Eun-ho yakin bahwa negosiasi antara Indonesia dengan Korea akan selesai di November ini.

Korea Selatan mengaku khawatir akan kemungkinan Indonesia menari diri dari proyek jet tempur KF-X ini.

Kekhawatiran itu bermula saat teknisi Indonesia yang terlibat dalam program pengembangan jet tempur KF-X di Korea Selatan kembali ke negara asal mereka pada Maret tahun lalu.

Alasan kembalinya para teknisi tersebut ke Indonesia yakni karena penyebaran pandemi COVID-19.

Baca juga: Waspada Sub Varian Baru Virus Delta, Disebut Lebih Menular, Satgas Covid-19 Minta Warga Tak Lengah

Kekhawatiran tersebut mereda ketika Menteri Pertahanan Indonesia, Prabowo Subianto saat berkunjung ke Korea Selatan, April 2021 lalu.

Kedatangan Prabowo di Korea Selatan saat itu bertepatan dengan upacara peluncuran prototipe jet tempur asli pertama negara itu bernama KF-21 Boramae.

Dalam kunjungannya itu, Prabowo setuju untuk melanjutkan pembicaraan dengan Korea Selatan mengenai keterlambatan pembayaran.

Pada bulan Agustus, sekelompok teknisi Indonesia kembali ke Korea, meningkatkan harapan bahwa program pengembangan pesawat tempur bersama akan mendapatkan daya tarik.

Baca juga: Terjerat Utang Pinjol gara-gara Main Judi Online, Teknisi Komputer Bobol ATM Gondol Rp 79 Juta

(TribunnewsSultra.com/Nina Yuniar)

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved