Breaking News:

Berita Sulawesi Tenggara

Kejati Sultra Setor Rp14,9 Miliar ke Negara, Hasil Rampasan Kasus Tambang PT Bososi di Konawe Utara

Belasan miliar uang itu merupakan hasil lelang barang rampasan kasus pelanggaran penambangan di lahan PT Bosisi Konawe Utara (Konut).

Penulis: Fadli Aksar | Editor: Muhammad Israjab
Fadli Aksar/TribunnewsSultra.com)
Tumpukan uang Rp14,9 miliar hasil lelang barang rampasan kasus penambangan ilegal yang akan disetorkan ke kas negara sebagai penerimaan negara bukan pajak (PNBP) dilakukan Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tenggara (Kejati Sultra) dan Kejaksaan Negeri atau Kejari Konawe.(Foto: Fadli Aksar) 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tenggara ( Kejati Sultra) menyetor Rp14,9 miliar ke kas negara.

Uang tersebut diserahkan Kejaksaan Negeri atau Kejari Konawe dan Kejati Sultra bersama Pusat Pemulihan Aset (PPA) Kejaksaan Agung (Kejagung).

Belasan miliar uang itu merupakan hasil lelang barang rampasan kasus pelanggaran penambangan di lahan PT Bososi Konawe Utara (Konut).

Penyetoran uang dalam bentuk pendapatan negara bukan pajak (PNBP) ini digelar di Kantor Kejati Sultra, Jl Jenderal Ahmad Yani, Kelurahan Pondambea, Kecamatan Kadia, Kota Kendari.

Baca juga: Pemuda 20 Tahun Ditemukan Tewas di Poskamling, Ada Oplosan Ciu dengan Minuman Sachet

Kepala Kejati Sultra Sarjono Turin menuturkan uang yang diserahkan ini didapatkan dari lelang barang rampasan kasus yang telah inkrah.

"Barang bukti yang dilelang ini merupakan tiga kasus koorporasi 3 perusahaan yang melakukan aktivitas di atas lahan izin usaha pertambangan (IUP) PT Bososi," kata Sarjono Turin.

Ke-3 perusahaan tersebut yakni PT Rockstone Mining Indonesia, PT Nutural Persada Mandiri, PT Pertambangan Nusantara.

Dari total 62 item barang milik perusahaan itu dilelang, sebanyak 17 item telah berhasil dijual 

Tumpukan uang Rp14,9 miliar hasil lelang barang rampasan kasus penambangan ilegal yang akan disetorkan ke kas negara
Tumpukan uang Rp14,9 miliar hasil lelang barang rampasan kasus penambangan ilegal yang akan disetorkan ke kas negara (Fadli Aksar/TribunnewsSultra.com))

"Sisanya 45 item akan dilelang dalam waktu dekat. Jika semua terjual uang yang dapat disetor ke negara bisa mencapai Rp60 miliar," beber Sarjono.

Item milik perusahaan yang dirampas ini berupa berupa alat berat, dump truck, dan belasan tumpukan nikel.

Baca juga: Selama Pandemi Covid-19, Pasien yang Berkunjung ke Psikolog Meningkat 3 Kali Lipat, Ini Penyebabnya

Pada lelang pertama berhasil terjual 11 alat berat, 2 dump truck dan 1 tumpukan nikel seberat kurang lebih 13 ribu metrik ton.

Lanjut Sarjono mengatakan, dalam waktu dekat pihaknya akan melakukan lelang terhadap 45 item sisa barang rampasan yang belum terjual.

"Jika sudah terjual akan kembali disampaikan Dan akan disetorkan pada negara sebagai penerimaan negara bukan pajak (PNBP)," tandasnya.(*)

(TribunnewsSultra.com/Fadli Aksar)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved