Breaking News:

Program di Stasiun TV Korea KBS Dikecam karena Singgung Skandal Aborsi Aktor Kim Seon Ho

Entertainment Weekly Live, salah satu program di Stasiun TV KBS kini dikecam hingga dibuatkan petisi pasca singgung skandal aborsi Aktor Kim Seonho

Penulis: Nina Yuniar | Editor: Ifa Nabila
soompi.com
Penampilan Kim Seon Ho dalam drama Hometown Cha-cha-cha. 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM - Masih hangat diperbincangkan, kini skandal aborsi yang menimpa Aktor Kim Seon Ho pun muncul di sebuah program televisi di salah satu stasiun TV Korea, KBS.

Dilansir TribunnewsSultra.com dari The Korea Herald, penyiar program 'Entertainment Weekly Live' KBS TV dikecam karena menyinggung permasalahan Kim Seon Ho yang sedang kontroversial.

Acara 'Entertainment Weekly Live' yang menyebut permasalahan pribadi aktor Kim Seon Ho tersebut tayang pada Jumat (29/10/2021) waktu setempat.

Entertainment Weekly Live sendiri merupakan sebuah acara hiburan yang mencakup figur budaya pop dan industri berita, menayangkan segmen tentang kontroversi baru-baru ini seputar Kim Seon Ho.

Pada segmen tersebut membahas pertanyaan apakah aktor Kim Seon Ho, yang mantan pacarnya mengklaim bahwa dia telah mendesaknya untuk melakukan aborsi hanya untuk kemudian mencampakannya, dapat berkarier lagi di dunia hiburan.

Baca juga: Kronologi Skandal Aborsi Kim Seon Ho, Aktor Terpopuler Korea Resmi Minta Maaf ke Mantan Pacar

Publik menilai bahwa skandal Kim Seon Ho tidak perlu ditayangkan karena aktor yang bersangkutan sudah mengundurkan diri dari acara KBS yaitu '2 Days & 1 Night' dan adegannya telah diedit.

“Aktor tersebut secara terbuka meminta maaf atas tindakannya dan mantan pacar Kim meminta orang-orang untuk berhenti menyebarkan lagi cerita tambahan yang tidak diverifikasi dan untuk menghentikan liputan media yang berbahaya. Saya tidak mengerti mengapa penyiar publik KBS membuat konten ofensif yang biasa dibuat oleh YouTuber mana pun. Saya benar-benar tidak mengerti tujuan penayangan segmen tentang Kim," kata petisi online yang diunggah ke Pusat Hak Audiens KBS pada hari Jumat.

Petisi online, yang meminta KBS untuk berhenti menayangkan episode tersebut, telah berhasil mengumpulkan sebanyak 6.946 tanda tangan pada hari Minggu (31/10/2021).

KBS diminta untuk menanggapi petisi tersebut jika petisi telah mendapatkan lebih dari 1.000 tanda tangan dalam 30 hari.

Namun hingga saat ini, belum ada tanggapan apapun dari pihak KBS.

Baca juga: Dihamili Pacar yang Satpol PP dan Minta Tanggung Jawab, Wanita Ini Malah Dianiaya dan Disuruh Aborsi

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved