Berita Wakatobi

Kasus Bullying Siswa SMA di Wakatobi Ditangani Polisi, Upaya Damai Gagal, Polres Mulai Periksa Saksi

Kasus bullying terhadap siswa SMA di Wakatobi, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) kini ditangani polisi.

Penulis: Fadli Aksar | Editor: Sitti Nurmalasari
Tangkapan layar Facebook
Beredar video viral aksi bullying siswa Wakatobi, sejumlah siswi SMA 2 Wangiwangi keroyok seorang pelajar pria, korban dipukul dan diinjak-injak. 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Kasus bullying terhadap siswa SMA di Wakatobi, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) kini ditangani polisi.

Kepolisian Resor atau Polres Wakatobi langsung mengambil langkah setelah video bullying sejumlah siswi SMA terhadap siswa.

Diketahui, beredar video viral aksi bullying siswa Wakatobi, sejumlah siswi SMA Wangi-wangi keroyok seorang pelajar pria, korban dipukul dan diinjak-injak.

Bullying tersebut terjadi dalam bentuk kekerasan dengan melakukan penganiayaan dan pengeroyokan beramai-ramai terhadap korban.

Rekaman video viral tersebut pun beredar luas melalui medsos baik grup Facebook maupun akun Instagram sejak Jumat (22/10/2021) hingga Sabtu (23/10/2021).

Baca juga: Video Viral Bullying Siswa Wakatobi, Siswi SMA 2 Wangiwangi Keroyok Pelajar Pria, Dipukul, Diinjak

Kepala Satuan Reserse dan Kriminal atau Kasatreskrim Polres Wakatobi IPTU Juliman mengatakan, pihaknya telah menerima laporan korban pada Jumat (22/10/2021) kemarin.

Namun, sebelum korban membuat laporan, polisi lebih dulu mendapatkan video bullying yang telah viral di media sosial itu.

"Laporan polisi sudah dibuat korban kemarin (Jumat), sebelum membuat laporan, kita mengidentifikasi, siapa yang ada di dalam video," kata IPTU Juliman saat dihubungi melalui WhatsApp Messenger, Sabtu (23/10/2021).

Lebih lanjut, IPTU Juliman mengatakan, pihaknya berkoordinasi dengan pihak sekolah untuk melakukan upaya diversi.

Menurut dia, kasus yang melibatkan anak, baik korban maupun pelaku wajib dilakukan upaya diversi.

Baca juga: BREAKING NEWS: Mobil Angkot Terbakar di Bypass Kendari Beach Tak Jauh dari SPBU Teratai

Upaya diversi diatur dalam Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Anak.

Jelasnya, upaya diversi itu dilakukan dengan memediasi para pihak korban dan terduga pelaku dengan melibatkan kedua orangtua.

"Kami minta pihak sekolah untuk memfasilitasi mediasi, tapi kemarin tidak tercapai kesepakatan damai, pihak korban langsung melapor ke Polres Wakatobi," jelasnya.

IPTU Juliman menuturkan, upaya mediasi gagal mencapai kesepakatan, karena orangtua korban tidak hadir dalam upaya damai itu.

Polres Wakatobi akhirnya menerima laporan korban dan langsung melayangkan surat panggilan pemeriksaan terhadap saksi-saksi, mulai hari ini.

Baca juga: Nasib Sopir Angkot yang Mobilnya Terbakar di Kendari, Uang Rp7 Juta Hangus, Alami Luka di Kaki

"Hari ini dilakukan pemanggilan untuk pemeriksaan saksi-saksi, diduga mengetahui kejadian tersebut," imbuhnya.

IPTU Juliman menegaskan, tetap akan melakukan upaya diversi dalam proses penyelidikan ini, meski telah gagal saat difasilitasi pihak sekolah. (*)

(TribunnewsSultra.com/Fadli Aksar)

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved