Lawan Covid19

Aturan Wajib Baru PCR 2 X 24 Jam Penumpang Pesawat Banjir Kritikan, Jawaban Satgas Covid-19

Kritikan ini datang dari Komisioner Komnas HAM RI Beka Ulung Hapsara yang menilai PCR 2 X 24 jam memberatkan.

Penulis: Muhammad Israjab | Editor: Muhammad Israjab
Tribunnews.com
Ilustrasi swab PCR 

TRIBUNEWSSULTRA.COM - Adanya perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM sampai 1 November 2021, pemerintah mengeluarkan kebijakan baru terkait aturan perjalanan menggunakan transportasi umum.

Menjadi sorotan dan menjadi kritikan adalah syarat PCR 2 X 24 jam bagi penumpang pesawat terbang, sehingga dinilai memberatkan masyarakat.

Terkait syarat PCR 2 X 24 juru bicara (Jubir) Satgas Covid-19 pun memberikan penjelasannya.

Kritikan ini datang dari Komisioner Komnas HAM RI Beka Ulung Hapsara yang menilai PCR 2 X 24 jam memberatkan.

Baca juga: Muktamar IMM XIX Kendari Menko PMK Muhadjir Effendy Pemateri Seminar, Bicara Pertumbuhan Ekonomi

Apalagi Aturan Wajib PCR PCR 2 X 24 jam, kata dia kalau hanya untuk perjalanan singkat 2 sampai 3 hari.

Komisioner Komnas HAM RI Beka Ulung Hapsara mengatakan rencananya Jumat (22/10/2021) pagi ia akan terbang ke Surabaya dan kembali ke Jakarta pada Sabtu (23/10/2021) malam.

Setelah itu Senin (25/10/2021) pagi keesokan harinya ia juga akan kembali lagi ke Surabaya untuk berkegiatan di Jawa Timur selama seminggu.

Supaya bisa terbang pagi ini, maka kemarin ia harus melakukan PCR.

Baca juga: Sinopsis Film Prisoners, Hugh Jackman Depresi Anaknya Diculik, Jake Gyllenhaal Selidiki Kasus

Celakanya, kata dia, masa berlakunya PCR tidak cukup sebagai syarat terbang kembali Jakarta.

Sehingga, sampainya di Surabaya ia harus melakukan PCR lagi.

Ia mengatakan kebijakan tersebut bertambah ruwet karena PCR yang kedua tersebut tidak berlaku juga sebagai syarat penerbangan pada hari Senin keesokannya.

Ilustrasi swab test.
Ilustrasi swab test. (U.S. Pacific Fleet)

Belum kalau bicara soal biaya dan akses. Menurutnya biaya PCR masih bisa diturunkan lagi sehingga lebih terjangkau, dan bukan hanya sebagai syarat terbang tetapi juga untuk kepentingan 3T (Test, Tracing dan Treatment).

"Syarat PCR 2 x 24 jam juga memberatkan karena tidak semua daerah dengan rute penerbangan punya laboratorium yang memberikan layanan cepat hasil PCR," kata Beka, Kamis (21/10/2021), dikutip dari Banjarmasinpost.co.id.

Seperti dilansir dari Tribunnews.com dengan judul Jubir Satgas Covid-19 Jelaskan Alasan Pemerintah Mewajibkan Tes PCR Bagi Penumpang Pesawat.

Halaman
123
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved