Breaking News:

Berita Kendari

Kasus Cyber Crime Meningkat, DP3A Kota Kendari Sosialisasi, Minta Orangtua Ketat dalam Pengawasan

Komisi Perlindungan Anak Indonesia mencatat pengaduan kasus pornografi dan cyber crime yang menjerat anak-anak pada 2016 sebanyak 587 kasus.

Istimewa
Dinas Pemberdayaan perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Kendari sosialisasi cyber crime kepada perwakilan 13 Sekolah Menengah Pertama (SMP) se-Kota Kendari di salah satu hotel Kota Kendari, Kamis (21/10/2021). 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Komisi Perlindungan Anak Indonesia mencatat pengaduan kasus pornografi dan cyber crime yang menjerat anak-anak pada 2016 sebanyak 587 kasus.

Selain itu, KPAI juga mencatat total pada 2007 sebanyak 608 kasus, 2018 sebanyak 679 kasus, 2019 menjadi 747 kasus, dan 2020 mencapai 1.326 kasus.

Data ini diungkap dalam sosialisasi cyber crime (kejahatan dunia maya) yang digelar Dinas Pemberdayaan perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Kendari.

Digelar di salah satu hotel Kota Kendari, Kamis (21/10/2021), sosialisasi ini diikuti perwakilan dari 13 sekolah menengah pertama (SMP) se-Kota Kendari.

Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan Sumber Daya Manusia dan Kerja Sama, Andi Dadjeng mengatakan kejahatan pornografi di dunia maya yang menyasar anak di bawah umur terus mengalami peningkatan setiap tahun.

Baca juga: Muhadjir Effendy Minta Menkes Tambah Persediaan Vaksin di Sultra, Capaian Vaksinasi Belum Merata

Kata mantan Plt Kadis DP3A ini, meningkatnya kasus cyber crime pada anak di bawah umur terjadi karena banyak faktor.

Salah satu faktor pemicu tingginya kasus itu, adalah mudahnya akses internet dan lemahnya pengawasan orangtua terhadap anak.

"Salah satu pemicu utamanya adalah tidak bijaknya menggunakan media sosial atau mudahnya akses internet melalui gadget, HP, laptop, dan lainnya,” katanya di salah satu hotel di Kota Kendari, Kamis (21/10/2021).

Andi Dadjeng juga mengatakan, data KPAI tersebut mengungkapkan dalam cyber crime anak, tak hanya sebagai korban tapi anak juga dapat menjadi pelaku.

Mencermati kondisi tersebut, maka perlu upaya antisipasi dan pencegahan dari semua pihak dalam skala lokal sampai nasional baik dari pemerintah, orangtua, masyarakat umum, dan anak.

Baca juga: Mako Robotic Arm, Teknologi Canggih di Sunway Medical Centre, Penggantian Lutut Total Semakin Mudah

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved