Berita Sulawesi Tenggara

Polisi Tangkap Pelaku Bom Ikan di Saponda Konawe, 150 Kg Bahan Peledak Disita, 1 Ton Ikan Selamat

Direktorat Kepolisian Air dan Udara Kepolisian Daerah Sulawesi Tenggara (Ditpolairud Polda Sultra) menangkap seorang perakit bom ikan.

Penulis: Fadli Aksar | Editor: Sitti Nurmalasari
TribunnewsSultra.com/ Fadli Aksar
Direktorat Kepolisian Air dan Udara Kepolisian Daerah Sulawesi Tenggara (Ditpolairud Polda Sultra) menangkap seorang perakit bom ikan. Perakit sekaligus pemilik bom ikan bernama Sadar Basri ditangkap di Saponda Darat, Kecamatan Soropia, Kabupaten Konawe, Provinsi Sultra, pada Rabu (13/10/2021) lalu. 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Direktorat Kepolisian Air dan Udara Kepolisian Daerah Sulawesi Tenggara (Ditpolairud Polda Sultra) menangkap seorang perakit bom ikan.

Perakit sekaligus pemilik bom ikan bernama Sadar Basri ditangkap di Saponda Darat, Kecamatan Soropia, Kabupaten Konawe, Provinsi Sultra, pada Rabu (13/10/2021) lalu.

Personel Ditpolairud Polda Sultra menyita sebanyak 150 kilogram bahan peledak dari tangan Sadar Basri.

Sebanyak 150 kilogram bahan peledak amonium nitrat itu merupakan pupuk yang dibeli dari toko pertanian.

Namun, pupuk cantik itu disalahgunakan oleh nelayan ini dengan diracik sebagai bahan peledak dan telah siap diledakkan menggunakan listrik aki.

Baca juga: Lelaki di Buton Nyaris Bakar SPBU, Awalnya Sangar, Malah Nangis saat Ditangkap Polisi

Kepala Sub Direktorat Penegakan Hukum Gakkum Ditpolairud Polda Sultra, AKBP Ruly Indra Wijayanto membeberkan, penangkapan bermula saat mendapatkan laporan masyarakat.

Bermodal laporan itu, pihaknya menyelidiki informasi dengan melakukan patroli hingga mendapati satu unit perahu yang dicurigai.

"Kami menemukan 28 jerigen berukuran lima liter dan 10 liter berisi bahan peledak siap pakai," ujar AKBP Ruly Indra Wijayanto saat merilis kasus ini, Senin (18/10/2021).

Selanjutnya, kata AKBP Ruly Indra Wijayanto, polisi mendapati Sadar Basri di dalam rumahnya, beserta 26 botol bahan peledak siap pakai.

AKBP Ruly Indra Wijayanto menerangkan, pihaknya juga menemukan rangkaian kabel dan benda pemicu listrik digunakan untuk meledakkan bom tersebut.

Baca juga: Ditpolairud Polda Sultra Tangani 6 Kasus Bom Ikan di Perairan Sulawesi Tenggara, Tangkap 6 Tersangka

"Tersangka SB berencana meledakkan bom ikan ini di Perairan Buton Utara. Tanggal 2 Oktober lalu tersangka meledakkan di tempat dan mendapatkan satu ton ikan," jelasnya.

Dengan pengungkapan ini, polisi telah menyelamatkan satu ton ikan di perairan Buton Utara, kerugian negara Rp800 juta.

Selain itu, 18 ribu meter per segi terumbu karang akan rusak jika tersangka meledakkan 150 botol bom ikan ini.

"SB ditetapkan sebagai tersangka dan dijerat dengan Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951 dengan ancaman penjara maksimal seumur hidup," tandasnya. (*)

(TribunnewsSultra.com/Fadli Aksar)

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved