Breaking News:

Berita Kolaka

Kronologi 3 Sepupu di Kolaka, Bunuh Korban di Bawah Pohon Jati, Asmara Terlarang dengan Keponakan

Berikut kronologi pembunuhan yang dilakukan tiga pria di Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara (Sultra) terhadap sepupunya.

Penulis: Fadli Aksar | Editor: Sitti Nurmalasari
Istimewa
Kepala Kepolisian Resor atau Kapolres Kolaka AKBP Saiful Mustofa saat merilis kasus pembunuhan, Sabtu (16/10/2021). 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KOLAKA - Berikut kronologi pembunuhan yang dilakukan tiga pria di Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara (Sultra) terhadap sepupunya.

Diketahui, seorang pria di Kabupaten Kolaka, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), AK (39) dibunuh tiga sepupunya, Kamis (7/10/2021) lalu.

Aksi pembunuhan secara bersama-sama itu diduga karena keluarga malu, korban menjalin asmara terlarang dengan keponakan.

Peristiwa pembunuhan tragis itu terjadi di Desa Sumber Rejeki, Kecamatan Watubangga, Kabupaten Kolaka, Provinsi Sultra.

Ketiga sepupu korban itu yakni AH, R dan S. Ketiganya ditangkap serta ditetapkan sebagai tersangka setelah membunuh sepupunya dan berupaya melarikan diri.

Baca juga: 3 Pria di Kolaka Habisi Nyawa Pamannya, Gegara Malu Jalin Asmara Terlarang dengan Keponakan

Kepala Kepolisian Resor atau Kapolres Kolaka, AKBP Saiful Mustofa membeberkan kronologi kejadian pembunuhan tiga pelaku terhadap sepupu tersebut.

Peristiwa pembunuhan terjadi saat korban datang ke sebuah pesta di Desa Sumber Rejeki, lalu kedatangan korban diketahui tersangka AH.

AH kemudian mengambil pisau badik miliknya di tempat penyulingan nilam.

Kembali dari mengambil badik, AH melihat korban mengendarai motor, lalu mendekati dan melempar batu sebanyak dua kali.

"Korban lari bersembunyi ke rumah Muhammad, tersangka H memintanya untuk keluar dari rumah itu," bebernya saat merilis kasus tersebut, Sabtu (16/10/2021).

Baca juga: Truk Terbalik di Tikungan Letter S Kolaka, Kardus Air Mineral Berhamburan, 1 Jam Macet Total

Ketiga pelaku mengepung rumah tersebut, tersangka S masuk melalui pintu belakang rumah dan melempar korban menggunakan batu dan kayu.

Sang sepupu lalu meloloskan diri keluar dari rumah, tak tinggal diam tersangka AH, S dan R mengejar korban.

Saat mengejar, tersangka R memberikan sebilah parang kepada S, selanjutnya R kembali mengambil parang yang lain.

Pelarian korban terhenti di bawah pohon jati usai dipukul oleh tersangka S menggunakan parang hingga tersungkur.

"Datang tersangka AH menaiki punggung korban dan menusuk dada dan perut korban sebanyak tiga kali menggunakan badik," urai AKBP Saiful Mustofa.

Baca juga: Murid SD di Pakue Kolaka Utara Digigit Anjing Gila Saat Hendak Belanja, Bagian Lengan Luka-luka

Korban akhirnya menghembuskan napas terakhir di bawah pohon jati setelah dihabisi tiga sepupunya berkali-kali pada beberapa bagian tubuh korban.

Usia membunuh korban, ketiganya pun melarikan diri berhari-hari hingga akhirnya tertangkap.

Polisi juga mengamankan barang bukti senjata tajam dari tangan ketiga pelaku, yakni satu badik beserta warangka tiga parang Malaysia dan Samurai.

Asmara Terlarang

Aksi pembunuhan secara bersama-sama itu diduga karena keluarga malu, korban menjalin asmara terlarang dengan keponakannya.

Peristiwa pembunuhan tragis itu terjadi di Desa Sumber Rejeki, Kecamatan Watubangga, Kabupaten Kolaka, Provinsi Sultra.

Baca juga: Emak-emak Cekcok dengan Polisi Saat Demo PT CNI di Kolaka, Tuntut Ganti Rugi Lahan dan Tanaman

Ketiga sepupu korban itu yakni AH, R dan S, ketiganya ditangkap serta ditetapkan sebagai tersangka setelah membunuh sepupunya dan berupaya melarikan diri.

Kepala Kepolisian Resor atau Kapolres Kolaka, AKBP Saiful Mustofa mengatakan, R ditangkap di kediamannya pada Minggu, (10/10/2021).

Sedangkan AH dan S ditangkap di Desa Rakadua, Bombana, Provinsi Sultra, pada Jumat (15/10/2021).

"Motif ketiga tersangka membunuh karena malu korban menjalin asmara terlarang dengan keponakan," kata AKBP Saiful Mustofa saat merilis kasus tersebut, Sabtu (16/10/2021).

Kata AKBP Saiful Mustofa, hubungan asmara antara korban dan keponakannya yang perempuan itu sudah terjalin cukup lama. 

Baca juga: Pencuri di Kolaka Utara Tinggalkan Sepucuk Surat Usai Gasak Selembar Sarung, TV & Tabung Gas

Keluarga korban juga sudah beberapa kali mencoba memisahkan hubungan yang dijalin keduanya.

Tak hanya itu, keluarga korban bahkan sudah beberapa kali mengadukan hubungan antara paman dan keponakan itu ke Polsek Watubangga.

Polsek Watubangga juga sudah beberapa kali memediasi korban dan keluarganya lalu menasehati, hubungan asmara antara paman dan keponakan dilarang.

Menurut keterangan saksi, setelah beberapa kali diadukan ke polisi, korban masih tetap kekeh menjalin asmara terlarang dengan keponakannya. 

Hal itulah yang membuat tiga pelaku merasa malu, hingga berencana membunuh korban pada Kamis, (7/10/2021), sekira pukul 17.00 Wita.

Baca juga: Sempat Ada Keributan, Wanita Ditemukan Room Boy Tewas di Kamar Hotel Kondisi tanpa Busana

Akibat perbuatannya, ketiga pelaku ditetapkan sebagai tersangka dan dijerat dengan pasal berlapis, yakni Pasal 340 KUHP subsider Pasal 338, Pasal 56 ayat 1 dan 2, Pasal 170 KUHP.

"Ketiganya terancam penjara maksimal hukuman mati dan atau seumur hidup," tandas AKBP Saiful Mustofa. (*)

(TribunnewsSultra.com/Fadli Aksar)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved