Breaking News:

Berita Sulawesi Tenggara

Aktivitas Penambangan Nikel PT GMS di Laonti Konawe Selatan Dihentikan Sementara Kementerian ESDM

Sebelumnya ratusan nelayan dari Desa Sangi-sangi dan Ulu Sawa berunjuk rasa di jalan hauling PT GMS, Sabtu (18/9/2021) mulai pagi hingga malam.

Penulis: Fadli Aksar | Editor: Muhammad Israjab
Istimewa
Polisi membubarkan massa pendemo di PT GMS dengan tembakan senjata api ke udara di Desa Sangi-sangi, Kecamatan Laonti, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sabtu (18/9/2021) 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Aktivitas penambangan nikel yang dilakukan PT Gerbang Multi Sejahtera atau GMS di Kecamatan Laonti, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) dihentikan sementara.

Penghentian aktivitas tambang tersebut diketahui menyusul surat Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral atau ESDM.

Surat tersebut bernomor: B-4395/MB-07/DBT.PL/2021 tertanggal 7 Oktober 2021 ditujukan kepada Direktur PT GMS yang ditandatangani Direktur Teknik Lingkungan sekaligus Inspektur Tambang Dr Lana Saria.

Surat berisi tentang tindak lanjut hasil pemeriksaan dugaan pencemaran lingkungan yang dilakukan PT GMS.

Diketahui sebelumnya, ratusan nelayan dari Desa Sangi-sangi dan Ulu Sawa berunjuk rasa di jalan hauling PT GMS, Sabtu (18/9/2021) mulai pagi hingga malam.

Baca juga: Aksi Polisi Bubarkan Demo Tambang Pakai Senjata Api di Laonti Konawe Selatan Diklaim Sesuai Prosedur

Pendemo meminta perusahaan tambang itu untuk bertanggung jawab atas pencemaran laut dengan menghentikan aktivitasnya.

Sebab, hasil tangkapan nelayan berkurang drastis selama lima bulan terakhir karena laut tercemar material tambang yang membuat air laut kuning kemerahan.

Ratusan nelayan dari dua desa tersebut dibantu mahasiswa lantas berunjuk rasa di site Amesiu PT GMS Desa Sangi-sangi, Kecamatan Laonti.

Tim Direktorat Teknik dan Lingkungan Mineral dan Batubara Kementerian ESDM pun turun memeriksa masalah pencemaran tersebut di lokasi konsesi tambang PT GMS pada 13-25 September 2021.

Kementerian ESDM lantas meminta kepada PT GMS untuk menjalankan 15 rekomendasi, salah satunya menghentikan aktivitas pertambangan.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved