Breaking News:

Berita Kendari

Bea Cukai Kendari Gagalkan Pengiriman 162 Ribu Rokok Ilegal asal Tiongkok, Kerugian Capai Rp140 Juta

Sebanyak 162.200 batang rokok asal Tiongkok disita saat akan memasuki wilayah Kota Kendari.

Penulis: Laode Ari | Editor: Muhammad Israjab
Handover
Petugas Bea Cukai Kendari saat menanamkan paket ratusan ribu batang rokok ilegal dari Tiongkok. Rokok ilegal tersebut dikirim melalui jasa pengiriman ekspedisi. 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Kantor Bea Cukai Kota Kendari menggagalkan pengiriman rokok ilegal asal Tiongkok.

Sebanyak 162.200 batang rokok asal Tiongkok disita saat akan memasuki wilayah Kota Kendari.

Puluhan batang rokok tersebut disita karena tak memiliki pajak.

Kepala Kantor Bea Cukai Kendari, Purwatmo Hadi Waluja, menjelaskan penindakan bermula saat mendapati informasi adanya paket rokok ilegal yang dikirim melalui jasa pengiriman ekspedisi domestik tujuan Kendari, pada Rabu (06/10/2021).

Kemudian, sehari setelahnya Kamis (07/10/2021) tim Bea Cukai berhasil mengamankan kendaraan ekspedisi yang membawa paket rokok ilegal tersebut.

Baca juga: Pertamina Gelar Pameran Virtual SMEXPO 2021, Pelaku UMKM Bisa Terlibat, Begini Caranya

"Berdasarkan hasil pemeriksaan,  didapati bahwa paket kiriman tersebut berisikan rokok impor dengan berbagai merek dari Tiongkok yang tidak dilekati dengan pita cukai, " ujar Benny melalui keterangan tertulisnya, Rabu (13/10/2021).

Dia mengatakan, ratusan ribu batang rokok ilegal yang diamankan diperkirakan bernilai Rp225.898.000.

Sementara kerugian negara dari sektor cukai, PPN HT, dan pajak dari pengiriman paket rokok ilegal tersebut sebesar Rp140.535.000.

Baca juga: Satpol PP Razia Wanita Hamil 6 Bulan Bareng 3 Pria di Homestay, Ada yang Kedapatan Pakai Narkoba

Benny menuturkan Bea Cukai akan terus memberantas rokok ilegal baik yang sudah beredar di masyarakat. Maupun yang berasal dari luar negeri.

Untuk, itu dia mengimbau masyarakat agar terus mendukung Bea Cukai dalam memberantas produk atau barang yang dinilai ilegal baik dari lokal maupun impor.

"Jangan membeli ataupun menjual rokok ilegal. Mari bersama – sama kita gempur rokok ilegal," imbaunya. (*)

(Tribunnewssultra.com/La Ode Ari) 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved