Breaking News:

Nenek-nenek 90 Tahun Ngaku Dianiaya Anak dan Cucunya yang TNI, Polisi Sebut Belum Cukup Bukti

Aksi dugaan penganiayaan terjadi di Kota Medan, Sumatera Utara. Korbannya adalah seorang nenek bernama Lempeh (90).

Editor: Ifa Nabila
preventionweb.net
Ilustrasi penganiayaan. Aksi dugaan penganiayaan terjadi di Kota Medan, Sumatera Utara. Korbannya adalah seorang nenek bernama Lempeh (90). 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM - Aksi dugaan penganiayaan terjadi di Kota Medan, Sumatera Utara.

Korbannya adalah seorang nenek bernama Lempeh (90).

Ia mengaku dianiaya anak dan cucunya terkait lahan pertanian.

Namun, laporan korban dianggap belum cukup bukti.

Baca juga: Tak Diberi Uang untuk Beli Rokok, Cucu Bunuh Nenek dan Aniaya Tetangga yang Berusaha Melerai

Polrestabes Medan masih menggelar penyelidikan terkait kasus tersebut.

"Untuk sampai saat ini masih belum cukup bukti," kata Plt Satreskrim Polrestabes Medan, Kompol Rafles Langgak Putra, Sabtu (9/10/2021).

Dia pun menjelaskan bahwa sampai ini saksi yang diperiksa oleh pihaknya belum ada membenarkan bahwa pelapor dianiaya.

"Padahal korban mengatakan dirinya dianiaya. Tapi saksi bilang tidak dianiaya melainkan mau diangkat saja," ujarnya.

Rafles pun membenarkan bahwa salah satu terlapor yakni Yeremia adalah oknum TNI.

Baca juga: Pria Diculik dan Dianiaya 2 Tetangga Termasuk Anggota TNI Disersi, Korban Nyaris Tewas

"Ya katanya. Tapi kan yang dilaporkan di Polrestabes kan tidak ada TNI nya," ujarnya.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved