Breaking News:

OTT Bupati Koltim

Update Kasus Bupati Kolaka Timur Andi Merya Nur, KPK Periksa Deputi Logistik dan Peralatan BNPB

Berikut update kasus Bupati Kolaka Timur nonaktif Andi Merya Nur, KPK memeriksa Deputi Logistik dan Peralatan BNPB Prasinta Dewi.

Editor: Aqsa
KPK menetapkan Bupati Kolaka Timur (Koltim) Andi Merya Nur sebagai tersangka dugaan kasus suap. Update kasus Bupati Kolaka Timur nonaktif tersebut, KPK memeriksa Deputi Logistik dan Peralatan BNPB Prasinta Dewi. 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, JAKARTA - Berikut update kasus Bupati Kolaka Timur nonaktif Andi Merya Nur, KPK memeriksa Deputi Logistik dan Peralatan BNPB Prasinta Dewi.

Prasinta diperiksa sebagai saksi dalam kasus dugaan suap terkait pengadaan barang/jasa di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kolaka Timur atau Pemkab Koltim, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), tahun 2021.

Pemeriksaan terhadap Deputi Bidang Logistik dan Peralatan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) tersebut dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Kamis (7/10/2021).

Dia bersaksi untuk tersangka Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah atau BPBD Koltim Anzarullah (ANZ).

Sebelumnya, tim penyidik KPK sempat memeriksa Bupati Koltim nonaktif Andi Merya Nur (AMN) pada Senin (4/10/2021).

Baca juga: Uang Palak Rp225 Juta, Bupati Kolaka Timur Andi Merya Nur dan Kepala BPBD Tersangka KPK, Suami Lolos

Andi juga berstatus tersangka dalam kasus ini seperti Anzarullah.

“Yang bersangkutan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka ANZ," kata Juru Bicara KPK Ali Fikri dalam keterangannya, Kamis (7/10/2021).

Sebelumnya, dalam pemeriksaan terhadap Andi Merya Nur, tim penyidik KPK mendalami soal proses dana hibah yang akan diterima pihak Pemkab Kolaka Timur dari BNPB.

“Tim penyidik mengkonfirmasi dan mendalami lebih jauh mengenai proses dana hibah yang akan diterima pihak Pemkab Kolaka Timur dari BNBP berupa dana rehabilitasi dan rekontruksi serta dana siap pakai,” jelas Ali Fikri, Selasa (5/10/2021).

Duduk Perkara Kasus

Bupati Kolaka Timur (Koltim) Andi Merya Nur (AMN) ditetapkan menjadi tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Rabu (22/9/2021) malam. AMN diduga menerima setoran atau uang ‘palak’ proyek Rp250 juta dari Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah atau BPBD Koltim Anzarullah (ANZ) yang juga ditetapkan menjadi tersangka.
Bupati Kolaka Timur (Koltim) Andi Merya Nur (AMN) ditetapkan menjadi tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Rabu (22/9/2021) malam. AMN diduga menerima setoran atau uang ‘palak’ proyek Rp250 juta dari Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah atau BPBD Koltim Anzarullah (ANZ) yang juga ditetapkan menjadi tersangka. (kolase foto (handover))
Halaman
123
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved