Breaking News:

Berita Sulawesi Tenggara

Pesparani Katolik Sultra Ikut Lomba Kreasi Virtual Katolik Indonesia, Dibuka Presiden Joko Widodo

Susanto Antonius turut mengungkapkan kegiatan lomba tersebut dimaksud untuk kehidupan iman generasi bangsa dapat tumbuh dan berkembang.

Penulis: Husni Husein | Editor: Muhammad Israjab
(Husni Husein/TribunnewsSultra.com)
Sesi foto bersama peserta lomba dan Ketua Umum Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Pesparani Katolik Daerah (LP3KD) Sulawesi Tenggara Sulawesi Tenggara serta di Gereja Katolik St Clemens Mandonga Kendari. 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Sebanyak 11 kontingen Pesparani Katolik Sulawesi Tenggara ikuti Lomba Kreasi Virtual Katolik Indonesia atau KVKI 2021.

Ketua umum Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Pesparani Katolik Daerah (LP3KD) Sulawesi Tenggara  Sulawesi Tenggara, Susanto Antonius mengatakan kegiatan itu telah berlangsung sejak tanggal 2 Oktober 2021 lalu.

"Dibuka Presiden RI, Joko Widodo dan akan berlangsung hingga tangga 28 Oktober 2021 mendatang dan hari ini lomba cerdas cermat rohani Katolik," katanya saat ditemui, Jumat (8/10/2021).

Susanto Antonius turut mengungkapkan kegiatan lomba tersebut dimaksud untuk kehidupan iman generasi bangsa dapat tumbuh dan berkembang.

"Mencintai Kitab suci, mencintai gerejanya, dan mereka dapat berkomunikasi, berinteraksi mengenal orang lain, mengenal sesama hidup beragama sejak dini," tuturnya.

Baca juga: Pegadaian Kendari Buka Program Arisan Emas Batangan Oktober 2021, Simak Caranya

Diketahui, Pesparani Katolik Sultra mengikuti tiga mata lomba dengan tujuh kategori yang diikutkan dari perwakilan Kabupaten Buton Tengah, Kabupaten Konawe, dan Kota Kendari.

"Cerdas cermat rohani diikuti 2 kategori, Mazmur Tanggapan ada ,4 kategori, dan ,1 lomba bertutur kitab suci," ungkapnya menerangkan.

Keseluruhan lomba diikuti ke 34 Provinsi se Indonesia secara virtual dimana Sultra memusatkannya di Gereja Katolik St Clemens Mandonga Kendari.

Sementara itu, Kepala Bagian (Kabag) Keagamaan Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sultra, Musdar mengatakan kegiatan cerdas cermat rohani merupakan kegiatan yang dapat menumbuh kembangkan pemahaman nilai ajaran agama.

Baca juga: Menteri, Kapolda, Danrem, Wagub Turut Sampaikan Dukacita Meninggalnya Ibunda Gubernur Sultra

"Itu sangat sulit untuk kita bisa aplikasikan ke anak-anak kita kalau tidak adanya dukungan antara pengurus keagamaan dengan pihak pemerintah," katanya.

Ia juga menerangkan kegiatan tersebut sangat relevan dengan visi misi dari Gubernur Sultra.

"Sultra beriman dan sultra cerdas. Orang cerdas kalau tdk beriman kacau," ujarnya. (*)

(TribunnewsSultra.com/Husni Husein)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved