Breaking News:

Berita Konawe Selatan

Karyawan Tambang Pembunuh Rekan Kerja di Konsel Dijerat Pasal Berlapis, Terancam Hukuman Mati

Polres Konawe Selatan menjerat karyawan tambang PT Wijaya Inti Nusantara, tersangka pembunuh rekan kerja di Konsel, Sultra dengan pasal berlapis.

Penulis: Fadli Aksar | Editor: Sitti Nurmalasari
Istimewa
Kondisi jenazah Rusli Ambo (43) pengawas alat ekskavator PT Wijaya Inti Nusantara (WIN) di Kabupaten Konawe Selatan (Konsel) saat polisi melakukan olah tempat kejadian (TKP). 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Polres Konawe Selatan menjerat karyawan tambang PT Wijaya Inti Nusantara, tersangka pembunuh rekan kerja di Konsel, Sultra dengan pasal berlapis.

Sebelumnya, karyawan tambang PT WIN di Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, Nasrul (29) membunuh rekan kerjanya sendiri, Rusli Ambo (43).

Kepala Kepolisian Resor atau Kapolres Konsel, AKBP Erwin Pratomo mengatakan, pihaknya menjerat tersangka dengan tiga pasal sekaligus.

"Kami menjerat dengan pasal berlapis, yakni Pasal 340, 338, dan 351 KUHP," kata AKBP Erwin Pratomo saat dihubungi melalui telepon, Jumat (8/10/2021).

Ia merinci, pasal yang menjerat tersangka yakni Pasal 340 KUHP tentang Pembunuhan Berencana dengan ancaman hukuman mati atau seumur hidup. 

Baca juga: Karyawan Tambang di Konawe Selatan Bunuh Rekan Kerja Pakai Kunci Inggris, Diduga Karena Cemburu

Selanjutnya, kata AKBP Erwin Pratomo, tersangka dijerat Pasal 338 KUHP, tentang Pembunuhan dengan ancaman 15 tahun penjara.

Selain itu, kepolisian juga menjerat dengan Pasal 351 ayat 3 KUHP tentang Penganiayaan Menyebabkan Kematian, ancaman tujuh tahun penjara.

AKBP Erwin Pratomo mengatakan, penerapan pasal pembunuhan berencana itu dilakukan karena tersangka memiliki niat membunuh.

"Tersangka mengaku punya niat membunuh, karena diduga korban punya hubungan khusus dengan istrinya. Itu juga diakui istrinya," kata AKBP Erwin Pratomo.

Dibunuh Pakai Kunci Inggris

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved