Breaking News:

Posko Satgas Covid19 Sultra Disegel

Posko Satgas Covid-19 Sulawesi Tenggara Disegel Pegawai, Protes Honor Selama 6 Belum Dibayar

Penyegelan dilakukan dengan menempel poster bernada protes lantaran honor pegawai belum dibayarkan selama 6 bulan.

Penulis: Fadli Aksar | Editor: Muhammad Israjab
Fadli Aksar/TribunnewsSultra.com)
Posko Satuan Tugas atau Satgas Covid-19 Sulawesi Tenggara (Sultra) disegel petugas, Kamis (7/10/2021) siang. 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Posko Satuan Tugas atau Satgas Covid-19 Sulawesi Tenggara (Sultra) disegel petugas, Kamis (7/10/2021) siang.

Posko Satgas Covid-19 itu berada di Jl Jenderal Ahmad Yani, Kelurahan Pondambea, Kecamatan Kadia, Kota Kendari, Provinsi Sultra.

Penyegelan dilakukan dengan menempel poster bernada protes lantaran honor pegawai belum dibayarkan selama 6 bulan.

Penyegelan dilakukan sejumlah pegawai Satgas Covid-19 sendiri, mereka akan membuka segel tersebut ketika honor telah diterima.

Salah seorang pegawai yang enggan disebutkan namanya mengaku, penyegelan ini inisiatif pegawai sendiri.

Baca juga: Ikut Pelatihan Pekerti, Dosen Tetap dan non PNS UHO Kendari Diajari Strategi dan Metode Pembelajaran

Sebab, sejak 13 April 2021, honor 174 yang tercatat dalam Surat Keputusan (SK) Gubernur Sultra belum menerima honor.

"Kami sudah bosan dijanji, padahal semua persyaratan pencairan sudah kami lengkapi, lantas apa alasannya belum cair," katanya saat ditemui di Posko Satgas Covid-19 Sultra.

Ratusan petugas yang belum menerima honor tersebut antara lain tenaga kesehatan, Satpol PP, penjaga sekretariat, bagian logistik, dan sejumlah bidang kerja yang lain.

"Ada yang kerja dari pagi sampai pagi, 24 jam, ada yang pulang subuh, kami masih terus saja bertugas tapi pimpinan tidak peduli dengan hak kami," imbuhnya.

Mereka akan terus melakukan mogok kerja, dan tidak melayani terkait masalah Covid-19 di posko tersebut hingga honor dibayarkan.

Baca juga: Preman Nekat Palak Badut, Langsung Diam saat Diajak Duel Polisi, Ngaku Utusan Ormas

Sejumlah upaya telah dilakukan, namun tidak mendapat penjelasan, bahkan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah atau BPBD tak menggubris keluhan mereka.

"Kami satu grup dengan Kepala BPBD, di situ ada semua petinggi, cuma gubernur yang tidak ada. Tapi hanya dibaca-baca saja (protes) kami," tandasnya.

Terpisah, Ketua Satgas Covid-19 Sultra Nur Endang Abbas menyayangkan penyegelan tersebut, lantaran para petugas adalah ASN.

"Harusnya mereka bisa menahan diri, uangnya ada tinggal dibayarkan. Tapi soal itu (penyegelan) saya belum kroscek," kata Nur Endang Abbas saat dihubungi melalui telepon, Kamis (7/10/2021).(*)

(TribunnewsSultra.com/Fadli Aksar)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved