Breaking News:

Berita Baubau

Kronologi Murid SD di Baubau Tenggelam Mengapung, Warga Sempat Lihat Sejumlah Anak Main di Tanggul

Berikut kronologi murid SD di Kota Baubau, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) tenggelam mengapung di laut, Selasa (5/10/2021).

Penulis: Fadli Aksar | Editor: Sitti Nurmalasari
TribunnewsSultra.com
Seorang bocah laki-laki berinisial MR (6), siswi kelas satu SD Negeri 6 Baubau, Sulawesi Tenggara, ditemukan tewas mengapung di laut. 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, BAUBAU - Berikut kronologi murid SD di Kota Baubau, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) tenggelam mengapung di laut, Selasa (5/10/2021).

Murid SD itu bernama Muhammad Rizky (6), ditemukan meninggal dunia dalam posisi mengapung di laut sekitar Jembatan Batu, Kota Baubau.

Naasnya, nyawa murid SD Negeri 6 Baubau itu tak bisa diselamatkan meski sempat mendapatkan pertolongan medis.

Kepala Kepolisian Sektor Kesatuan Pengamanan Pelabuhan atau Kapolsek KP3 Baubau, IPTU Yudhi Widhia Sarono menjelaskan kronologi kejadian.

IPTU Yudhi Widhia Sarono mengatakan murid SD itu pertama kali dilihat oleh penumpang speed boat bernama Malik.

Baca juga: Mayat Bocah Berseragam Sekolah Ditemukan Mengapung di Laut Baubau, Korban Siswa SD

"Malik melihat ada yang mengapung di atas laut sambil berkata manusia," kata IPTU Yudhi Widhia Sarono saat dihubungi melalui WhatsApp Messenger, Rabu (6/10/2021).

"Mendengar perkataan saudara Malik, pengemudi langsung memutar arah speed boat," lanjut Kapolsek KP3 Baubau tersebut.

Selanjutnya, pengemudi speed boat mendekati anak laki-laki itu dalam posisi tertelungkup tidak bergerak sedang mengapung di laut memakai baju olahraga. 

Mereka langsung mengangkat korban ke atas speed boat, kemudian membawa ke ruang tungga Jembatan Batu untuk memberikan pertolongan pertama. 

"Karena tidak ada reaksi dari korban sehingga dilarikan ke Rumah Sakit Murhum Baubau untuk mendapat penanganan medis, tetapi korban tidak dapat diselamatkan dan meninggal dunia," katanya.

Baca juga: Gara-gara Kalah Game Online, Bocah 11 Tahun Aniaya Teman sampai Patah Tulang: Korban Minta Ampun

IPTU Yudhi Widhia Sarono menambahkan korban akhirnya dijemput orangtua untuk dibawa ke rumah duka dan selanjutnya dimakamkan.

Menurut seorang pedagang minyak tanah di sekitar Jembatan Batu, Awal, mengaku melihat sejumlah murid SD bermain di tanggul.

"Sekitar jam 10.00 WITA, saya melihat beberapa anak SD bermain di tanggul belakang Umna Plaza," jelasnya. (*)

(TribunnewsSultra.com/Fadli Aksar)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved