Breaking News:

Berita Sulawesi Tenggara

Kasubdit Tipidkor Polda Sulawesi Tenggara Sebut Pemidanaan Upaya Terakhir Penanganan Perkara Korupsi

Kasubdit Tipidkor Ditreskrimsus Polda Sultra, AKBP Honesto Rudi Dasinglolo mengatakan pemidanaan upaya terakhir penanganan perkara dugaan korupsi.

Penulis: Fadli Aksar | Editor: Sitti Nurmalasari
TribunnewsSultra.com/ Fadli Aksar
Kepala Subdit Tindak Pidana Korupsi (Tipidkor) Direktorat Reserse dan Kriminal Khusus Kepolisian Daerah Sulawesi Tenggara (Ditreskrimsus Polda Sultra) AKBP Honesto Rudi Dasinglolo. 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Subdit Tindak Pidana Korupsi Direktorat Reserse dan Kriminal Khusus Kepolisian Daerah Sulawesi Tenggara merespon soal kolaborasi penanganan korupsi.

Kepala Subdit Tipidkor Ditreskrimsus Polda Sultra, AKBP Honesto Rudi Dasinglolo mengatakan pemidanaan upaya terakhir penanganan perkara dugaan tindak pidana korupsi.

Hal itu dikatakan AKBP Honesto Rudi Dasinglolo saat menghadiri seminar dan penandatanganan nota kesepahaman di Claro Hotel Kendari, Senin (4/10/2021).

Penandatanganan nota kesepahaman terkait penanganan perkara korupsi kolaborasi aparat pengawas internal pemerintah (APIP) dan aparat penegak hukum (APH).

Gubernur Sultra Ali Mazi, Kapolda Irjen Pol Yan Sultra Indrajaya, Kepala Kejati Sultra Sarjono Turin, dan Kepala BPKP Sultra Nani Ulina Kartika menandatangani nota kesepahaman tersebut.

Baca juga: Kapolda Sultra Sayangkan Dugaan Pidana Korupsi Diadukan Lewat Demo, Kadang Tidak Punya Alat Bukti

AKBP Honesto Rudi Dasinglolo mengatakan, pihaknya menghendaki sinergi penanganan tindak pidana korupsi dengan APIP terdiri dari BPKP Sultra dan Inspektorat.

Ketika sinergi ini berjalan dengan baik, APH dan APIP aktif bekerja, maka diharapkan terwujud good governance atau pemerintahan yang baik.

"Ketika ini terwujud dengan baik tentunya pembangunan di Sultra berjalan lebih baik," kata AKBP Honesto Rudi di Claro Hotel Kendari.

Dirinya menerangkan, sinergi ini dilakukan melalui sistem informasi terpadu, dengan penggunaan informasi dan teknologi yang memudahkan penukaran informasi.

"Dengan sistem ini penanganan tindak pidana korupsi bisa lebih memutakhirkan data dan mudah diketahui oleh instansi yang menangani kasus korupsi," ujarnya.

Baca juga: Gubernur Ali Mazi Merokok saat Kajati dan Kapolda Sultra Bawa Sambutan di Acara Seminar Korupsi

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved