Breaking News:

Berita Sulawesi Tenggara

2 Eks Pejabat Pemprov Sultra Jalani Sidang Dakwaan Kasus Korupsi Izin Tambang PT Toshida Indonesia

Sebanyak dua mantan pejabat Pemprov Sultra menjalani sidang dakwaan kasus dugaan korupsi izin tambang PT Toshida Indonesia.

Penulis: Fadli Aksar | Editor: Sitti Nurmalasari
(Risno Mawandili/TribunnewsSultra.com)
Pelaksana tugas (Plt) kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) Yusmin saat digiring ke mobil tahanan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sultra. 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Sebanyak dua mantan pejabat Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Pemprov Sultra) menjalani sidang dakwaan kasus dugaan korupsi izin tambang PT Toshida Indonesia.

Keduanya adalah mantan Pelaksana tugas atau Plt Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral atau ESDM Sultra Buhardiman dan mantan Plt Kadispora Sultra Yusmin.

Selain itu, hakim di Pengadilan Tipikor Kendari juga menghadirkan seorang terdakwa lain dari pihak PT Toshida Indonesia, Umar.

Agenda sidang dakwaan digelar di Pengadilan Tipikor Kendari, Jl Kapten Pierre Tendean, Kelurahan Watubangga, Kecamatan Baruga, Kota Kendari, Sultra, Senin (4/10/2021).

Sidang pembacaan dakwaan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) ini dipimpin Ketua Majelis Hakim I Nyoman Wiguna, SH. MH.

Baca juga: Kajati Sultra Tegaskan Tengah Memburu Buronan Kasus Korupsi Izin Tambang La Ode Sinarwan Oda

Beranggotakan Arya Negara Kutawaringin, SH MH, Wahyu Bintoro, SH MH, Darwin Panjaitan SH Dan Erwita Lista, SH.

Kepala Seksi Intelijen atau Kasi Intel Kejaksaan Negeri Kendari Ari Siregar mengatakan, tiga terdakwa didakwa dengan pasal yang sama.

"Mereka bertiga didakwa melanggar Pasal 2 atau Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor juncto Pasal 55 KUHP," kata Ari Siregar saat dihubungi melalui telepon, Senin (4/10/2021).

Buhardiman keluar dari ruang penyidik Kejaksaan Tinggi atau Kejati Sultra dengan menggunakan rompi merah tahanan.
Buhardiman keluar dari ruang penyidik Kejaksaan Tinggi atau Kejati Sultra dengan menggunakan rompi merah tahanan. (Istimewa)

Ari Siregar menjelaskan, ketiganya didakwa menyalahgunakan kewenangan secara bersama-sama untuk memperkaya diri sendiri sehingga merugikan negara.

Buhardiman dan Yusmin didakwa menyalahgunakan kewenangan karena menyetujui rencana kerja dan anggaran belanja (RKAB) PT Toshida Indonesia.

Baca juga: Resmi, Yusmin Cs Terdakwa Korupsi Izin Tambang PT Toshida Indonesia Jalani Sidang Dakwaan 4 Oktober

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved