Pengakuan Korban Penipuan Anak Nia Daniaty, Dilantik Virtual Jadi PNS, Anies Baswedan Seolah Hadir

Penyidik Kepolisian Metro Jaya terus mendalami dugaan penipuan yang dilakukan anak Nia Daniaty bernama Olivia Nathania.

Editor: Risno Mawandili
Handover
Anak Nia Daniaty - Olivia Nathania. 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM - Penyidik Kepolisian Metro Jaya terus mendalami dugaan penipuan yang dilakukan anak Nia Daniaty bernama Olivia Nathania.

Sampai saat ini, penyidik terus memeriksa keterangan saksi dan mengumpulkan barang bukt.

Dalam keterangan seorang saksi, nama Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sampai disebut-sebut.

Nama Olivia menjadi perhatian publik saat ini karena dugaan penipuan bermodus rekrutmen CPNS.

Tidak main-main, korbannya mencapai 225 orang.

Olivia sendiri telah mengakui, menerima uang dari korban sebesar Rp25 juta per kepela.

Diduga, Olivia telah merugikan seluruh korban hingga Rp9,7 miliar.

Korban penipuan rekrutmen CPNS bodong yang diduga dilakukan Olivia Nathania di sela pemeriksaan sebagai saksi pelapor di Polda Metro Jaya, Jumat (1/10/2021)
Korban penipuan rekrutmen CPNS bodong yang diduga dilakukan Olivia Nathania di sela pemeriksaan sebagai saksi pelapor di Polda Metro Jaya, Jumat (1/10/2021) (Fandi Permana/Tribunnews.com)

Penipuan ini bukan main-main kerena pelaku dapat menyakinkan ratusan korban.

Namun nampaknya Olivia memiliki strategi jitu untuk melancarkan aksinya.

Mulai dari mengaku memiliki link orang dalam, bikin les khusus, hingga pelantikan PNS palsu.

Saat pelantikan PNS palsu inilah nama Anies Baswedan disebut-sebut.

Menurut pengakuan seorang korban, Jadit, Olivia meyakinkan korban jika telah sah menjadi PNS karena sudah dilantik Anies Baswedan.

Baca juga: Belum Kenal Tapi Raisa Sudah Semangati Isyana Sarasvati: Nggak Tahu Dapet Nomer Aku Dari Mana

Hal itu terjadi lewat pelantikan PNS palsu yang digelar secara virtual.

Jadit membeberkan, hari itu peserta Zoom untuk pelantikan PNS palsu mencapai 100 orang.

Namun anehnya, rangkaian proses hanya berlangsung 3-5 Menit.

"Pelantikan itu berlangsung 8 April 2021. Oli berkilah pelantikan dilakukan secara virtual karena pandemi Covid-19. Peserta pun hanya mengikuti sesi zoom meeting selama 3 menit," kata Jadit di Polda Metro Jaya, Jumat (1/10/2021).

Dalam pelantikan virtual bodong itu, terdapat gambar audiovisual Anies Baswedan mengucapkan selamat kepada CPNS palsu yang dilantik.

Namun, korban tak sedikitpun menaruh curiga perihal apakah Anies memang melantik atau hanya video mirorring yang diberikan host, seolah-olah Gubernur DKI Jakarta itu benar melakukan pelantikan.

"Iya jadi seolah-olah tengah dilantik. Saya enggak tahu itu hanya rekaman atau asli. Tapi saya dapat link zoomnya dan bersama 100 peserta lainnya," tutur Jadit.

Jadit menuturkan, pelantikan PNS palsu itu dibuat seolah-olah benar. 

Bukan dihadiri Anies Baswedan saja, tetapi rangkaian pelantikan disusun rapi laiknya.

Mulai dari pembukaan menyanyikan lagu Kebangsaan Indonesia Raya hingga ikrar sumpah pelantikan. 

"Seremonial dimulai muncul gambar Anies Baswedan yang seolah-olah sedang melantik. Ada pembukaan, lagu kebangsaan dan sesi doa," katanya.

Kuasa hukum korban Odie Hudiyanto mengatakan, seluruh bukti sudah diberikan kepada penyidik dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP). 

Bukti yang diberikan termasuk link Zoom pada saat pelantikan, yakni:

Dani Pradhana is inviting you to a scheduled Zoom meeting.

Topic: CPNS PRESTASI

Time: Apr 8, 2021

Join Zoom Meeting

https://us04web.zoom.us/j/79228588442?pwd=UzVaVE5zSFlUelZNd1BKRU1xemNEUT09

Meeting ID: 792 2858 8442

Passcod e: cpns123.

Link Orang Dalam

Seorang korban bernama Agustin mengaku, tertipu karena Olivia menyakinkan dengan mengatakan memiliki link 'orang dalam' yang dapat intervensi agar peserta lolos tes CPNS.

Agustin yang menjadi korban ternyata guru SMA Olivia.

Kepada Agustin, Olivia mengaku, mengaku sebagai direktur utama KJB Berau Batu Bara.

Identitas itu digunakan untuk meyakinkan korban penipuan berkedok lolos tes CPNS.

"Dia menawarkan lagi, 'Bu, tolong, mumpung saya sudah bisa bantu. Karena terus terang, saya sudah menjadi Direktur Utama KJB Berau Batu Bara. Mumpung saya punya link' gitu," ujar Agustin di kawasan Cilandak Jakarta Selatan, Senin (27/9/2021).

Baca juga: Lowongan Kerja Kendari, Maxima Laboratorium Klinik Buka Loker Finance, Kualifikasi dan Persyaratan

Baca juga: Turun dari Mobil Hendak Buka Portal, Polisi Malah Dirampok dan Ditembak, Uang Rp 100 Juta Raib

Olivia bahkan menawarkan kepada Agustin, membawa anggota keluarga agar bisa menjadi PNS.

"Kata dia 'tolong keluarga ibu dulu yang diajak' gitu. Saya ikut sertakan keluarga saya," ungkap Agustin.

"Saya bawa 16 orang ke dia dari anak saya, keponakan, dan lain lain," sambungnya.

Untuk Diketahui, Olivia Nathania - bersama suaminya Rafly N Tilaar - dilaporkan kepada polisi atas dugaan tindak pidana penipuan, penggelapan uang dan pemalsuan surat.

Olivia diduga memberikan iming-iming menjadi PNS kepada 225 orang.

Pengakuan Olivia

Olivia Nathania sudah memberi pengakuan soal dugaan penipuan modus CPNS yang menyeret namanya.

Ia blak-blakan mengatakan, telah menerima uang sebesar Rp25 juta per kepela.

Olivia memberi pengakuan ditemani oleh kuasa hikumnya ketika berada di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan, Kamis (30/9/2021).

"Dan memang saya dari situ senilai Rp 25 juta per orang," dikutip Kompas.com.

Olivia membenarkan telah mengajak korban - merupakan mantan gurunya semasa SMA bernama Agustin - untuk diloloskan sebagai PNS.

Namun ia membantah, tidak merekrut 225 orang yang telah mengalami kerugian hingga Rp 9,7 miliar.

Sebaliknya menyebut Agustin yang telah mengajak 225 korban untuk ikut tes CPNS bodong.

"Ibu Agustin ini sebenarnya bukan korban, melainkan dia yang merekrut orang-orang tersebut. Karena saya tidak pernah bertemu langsung dengan orang-orang yang dia sebutkan," ucap Olivia.

"Dia yang mempresentasikan kepada keluarganya, kepada 224 orang itu, sehingga terbujuk rayulah mereka itu untuk masuk CPNS," lanjutnya.

Ia menuturkan, tidak pernah menjanjikan kelulusan kepada para korban.

Lebih lanjut ia membeberkan, telah menerima Rp25 juta per kepala dari 225 dari Agustin dan korban lainya.

Uang itu digunakan untuk keperluan pelatihan.

"Wajar saya punya untung dari situ, dari Rp 25 juta itu. Tetapi Rp 25 juta ini hanya digunakan untuk les, untuk pengajar, untuk sewa tempat, dan lain-lain," kata Olivia Nathania.

Olivia Nathania lantas menjelaskan mekanisme les yang dimaksud.

"Pembahasan soal. Kalau ditanya, bahkan, anaknya Ibu Agustin saja ikut, pembahasan soal yang kira-kira keluar apa. Dari mana soalnya saya dapat? Ya soal dari tahun sebelumnya," kata Olivia Nathania.

Untuk diketahu, kasus dugaan penipuan yang diduga dilakukan Olivia Nathania dan suaminya Rafly Noviyanto Tilaar, telah dilaporkan ke ke Polda Metro Jaya pada 23 September 2021.

Laporan polisi itu bernomor LP/B/4728/IX/SPKT/Polda Metro Jaya.

Dalam uraian laporan polisi, Olivia dan suaminya dijerat Pasal 378 dan atau Pasal 372 dan atau Pasal 263 KUHP Tentang Penggelapan, Penipuan, serta Pemalsuan Surat.

Sementara itu, kerugian para korban kasus ini sebanyak 225 orang, dengan kerugian ditaksir Rp 9,7 miliar. (*)

Sebagian Artikel Ini Telah Tayang di Tribunnews.com

Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved