Breaking News:

Berita Sulawesi Tenggara

Kesejahteraan Petani di Sulawesi Tenggara Turun 0,12 Persen per September 2021

Nilai Tukar Petani (NTP) di Sulawesi Tenggara (Sultra) pada Agustus 2021 tercatat 99,75 atau mengalami penurunan sebesar 0,12 persen.

Penulis: Muh Ridwan Kadir | Editor: Sitti Nurmalasari
ShutterStock
Nilai Tukar Petani (NTP) di Sulawesi Tenggara (Sultra) pada Agustus 2021 tercatat 99,75 atau mengalami penurunan sebesar 0,12 persen. 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Nilai Tukar Petani (NTP) di Sulawesi Tenggara (Sultra) pada Agustus 2021 tercatat 99,75 atau mengalami penurunan sebesar 0,12 persen.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sultra Agnes Widiastuti, mengatakan jika dilihat dari data bulan sebelumnya (Agustus) tercatat sebesar 99,87 persen.

Penurunan NTP itu dikarenakan indeks harga yang diterima petani (It) naik sebesar 0,05 persen, lebih rendah dari kenaikan indeks harga yang dibayar petani (Ib) sebesar 0,17 persen.

"Pada bulan September 2021, secara nasional 27 provinsi mengalami kenaikan NTP, sedangkan tujuh provinsi lainnya mengalami penurunan NTP," ucap Agnes melalui rilis, Jumat (2/9/2021).

Lebih lanjut, menurutnya, kenaikan tertinggi tercatat di Provinsi Riau yaitu sebesar 3,35 persen. Sedangkan penurunan terbesar tercatat di Provinsi Maluku Utara sebesar 0,56 persen.

Baca juga: Penerimaan Negara Triwulan III-2021 di KPPN Kendari Capai Rp3,4 Triliun

Pada September 2021 juga terjadi kenaikan indeks konsumsi rumah tangga (IKRT) di Sulawesi Tenggara sebesar 0,19 persen.

"Hal itu disebabkan oleh kenaikan indeks pada seluruh kelompok pengeluaran, terutama kelompok makanan, minuman, dan tembakau," ujarnya.

Ia menyebut terdapat lima subsektor NTP yaitu subsektor Tanaman Pangan (NTPP) 97,00, Hortikultura (NTPH) 115,44, Tanaman Perkebunan Rakyat (NTPR) 96,63; Peternakan (NTPT) 5,87 dan Perikanan (NTNP) 105,03.

Agnes menuturkan dari kelima subsektor tersebut penurunan NTP pada September 2021 dipengaruhi oleh turunnya NTP pada tiga subsektor.

"Penurunan NTP yaitu pertanian, yaitu subsektor Tanaman Pangan sebesar 0,15 persen, Tanaman Perkebunan Rakyat sebesar 0,39 persen, dan Peternakan sebesar 0,96 persen," jelasnya.

Baca juga: 6 Satker di Sulawesi Tenggara Nihil Realisasi Anggaran dari Sisi Belanja, Berikut Daftarnya

Sementara itu, Agnes menjelaskan, NTP pada dua subsektor lainnya mengalami kenaikan yaitu subsektor Tanaman Hortikultura sebesar 2,37 persen, dan Perikanan sebesar 0,44 persen. (*)

(TribunnewsSultra.com/Muh Ridwan Kadir)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved