Breaking News:

Berita Kendari

Kasus DBD Kota Kendari Tertinggi di Kecamatan Baruga, Dinkes Imbau Jaga Kebersihan Lingkungan Rumah

Kepala Dinas Kesehatan Kota Kendari, drg Rahminingrum, kasus demam berdarah atau DBD di Kota Kendari tertinggi berada di Kecamatan Baruga. 

TribunnewsSultra.com/ Amelda Devi Indriyani
Kepala Dinas Kesehatan Kota Kendari drg Rahminingrum Soal Kasus Demam Berdarah 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Kepala Dinas Kesehatan Kota Kendari, drg Rahminingrum, kasus demam berdarah atau DBD di Kota Kendari tertinggi berada di Kecamatan Baruga

Ia mengatakan memang sudah menjadi kebiasaan di banyak tempat, jika musim penghujan akan terjadi kenaikan kasus demam berdarah.

Demikian juga yang terjadi di Kota kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).

Namun untuk tahun ini, drg Rahminingrum menyampaikan angka kasus DBD tidak sebesar tahun-tahun sebelumnya. 

Data per Agustus 2021, kasus DBD di Kota Kendari sebanyak 147 kasus. 

Baca juga: Komunitas Penikmat Kopi Sulawesi Tenggara Bagikan 500 Cup Kopi Gratis, Peringati Hari Kopi Sedunia

"Jumlah kematian sebanyak tiga orang di Kecamatan Puuwatu, Mandonga, dan Kadia, sementara kelurahan terbanyak itu di Kelurahan Baruga yakni 35 kasus," ujarnya, Kamis (30/9/2021). 

Disusul Kecamatan Kendari Barat sebanyak 27 kasus, Kadia 21 kasus, Puuwatu 18 kasus, Wua-Wua 11 kasus

Kemudian, Abeli 10 kasus, Poasia enam kasus, Mandonga lima kasus, Kambu empat kasus, Kendari tiga kasus, dan Nambo dua kasus

drg Rahminingrum menjelaskan jika demam berdarah adalah penyakit yang disebabkan karena lingkungan dan perilaku manusia. 

Ia beranggapan jika masing-masing rumah tidak memelihara jentik, maka virus DBD tidak akan menular dan angka kasusnya menurun. 

Baca juga: Jumlah Keluarga Penerima Manfaat PKH di Kota Kendari Bertambah 2.610, Tersebar di 65 Kelurahan

"Jika lingkungan ini tidak ada yang melihara jentik artinya ya virus hanya ada di tubuh seseorang itu saja. Artinya kalau tidak ada jentik kan tidak ada nyamuk, akhirnya tidak ada yang tertular," jelasnya. 

drg Rahminingrum mengatakan kasus DBD di Kota Kendari sudah menjadi endemis. Artinya semua kelurahan di Kota Kendari sudah pernah ada kasus DBD

"Masalahnya tidak semua rumah rajin membersihkan kamar mandinya, tempat minumnya, vas bunga dan seterusnya. Nyamuk-nyamuk ini telur dan jentiknya justru hidup di air bersih bukan air kotor," ujarnya. 

Ia mengimbau agar masyarakat Kota Kendari lebih sering kerja bakti, membersihkan rumahnya dan jaga kebersihan lingkungan masing-masing. (*)

(TribunnewsSultra.com/Amelda Devi Indriyani) 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved