Breaking News:

Berita Kendari

Hari Tani Nasional, Sejumlah Ibu-ibu Gelar Panggung Ekspresi, Sebut Reklamasi Teluk Kendari

Dalam menggelar aksinya, komunitas perempuan itu menggandeng Gerakan Mahasiswa Nasioanal Indonesia (GMNI).

Penulis: Husni Husein | Editor: Muhammad Israjab
(Husni Husein/TribunnewsSultra.com)
Sejumlah ibu-ibu menyimak pembacaan deklarasi rakyat yang menuntut perhatian pemerintah atas nasib perempuan pesisir di Kota Kendari 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Memperingati Hari Tani Nasional 2021 (HTN), sejumlah perempuan di Kota Kendari gelar panggung ekspresi.

Sejumlah perempuan didominasi emak-emak di Kelurahan Sodoha dan Kelurahan Tipulu, Kota Kendari itu tergabung dalam Komunitas Solidaritas Perempuan Kendari.

Dalam menggelar aksinya, komunitas perempuan itu menggandeng Gerakan Mahasiswa Nasioanal Indonesia (GMNI).

Ketua Badan Eksekutif Komunitas Solidaritas  Perempuan Kendari, Sarni Marwanti mengatakan walaupun HTN telah sepekan berlalu, namun pelaksanaannya tak menghilangkan aspek penting dari HTN itu sendiri.

"Dengan gelar panggung ekspresi, para perempuan yang mana notabennya merupakan istri dari suami petani dan nelayan ini, mereka dapat mengekpresikan keluh kesahnya terhadap kondisi mereka saat ini," katanya saat ditemui, Jumat, (1/10/2021).

Baca juga: Ayah dan Anak di Kelurahan Mataiwoi Konawe Tewas Disambar Petir saat Berteduh di Gubuk Tengah Sawah

Ia juga menuturkan gelar panggung ekspresi tersebut merupakan bentuk jeritan para istri di pesisir Kendari.

"Semenjak adanya reklamasi teluk, pendapatan masyarakat di pesisir Kota Kendari sebagai nelayan semakin hilang," ucapnya.

Sementara itu, warga Kelurahan Sodoha, Rahmania (40) mengatakan pemerintah Kota Kendari saat ini hanya mementingkan pembangunan reklamasi teluk, namun tak memikirkan jeritan para nelayan yang bergantung kehidupannya di area pesisir.

"Suami saya pendapatannya untuk biaya hidup saja tak cukup, kini saya harus ikut membantu mencari di laut walaupun hasil pun tak seberapa," terangnya.

Baca juga: Debat Konstitusi Kajian Hukum Diikuti 5 Universitas di Sulawesi Tenggara, Berlangsung di Kampus UHO

Disisi lain, warga Kelurahan Tipulu, Soleha (49) menuturkan semenjak adanya reklamasi pantai, suaminya kini tak dapat menggantungkan hidupnya di mata pencarian sebelumnya.

Ia juga mengungkapkan kini ia turut membantu suaminya bekerja sebagi buru bangunan guna menyambung hidup.

"Mau bergantung hasil laut sekarang tidak bisa, terlebih pada musim angin kencang saat ini," tuturnya dengan mata berkaca-kaca.

Untuk diketahui, kegiatan tersebut dilakukan di Kendari Water Sport berlokasi di Jalan Ir H Alala, Kelurahan Tipulu, Kecamatan Kendari Barat, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara.

Kegiatan tersebut dirangkaikan dengan Orasi Rakyat, Pembacaan Puisi, Deklarasi Rakyat yang menuntut kepada pemerintah atas perhatian kepada nasib perempuan pesisir di Kota Kendari. (*)

(TribunnewsSultra.com/Husni Husein)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved