Breaking News:

Berita Buton

Gempa Bumi di Siompu Barat Buton Selatan Dipicu Aktivitas Sesar Lokal, Tidak Berpotensi Tsunami

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika atau BMKG Kendari pun menyatakan gempa tektonik ini dipicu aktivitas sesar lokal.

Penulis: Fadli Aksar | Editor: Sitti Nurmalasari
Handover
Gempa bumi terjadi di Barat Daya, Kabupaten Siompu Barat, Buton Selatan, Sulawesi Tenggara. 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Gempa bumi tektonik bermagnitudo 3,9 skala richter mengguncang Kabupaten Buton Selatan (Busel), Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) Kamis (30/9/2021) pukul 16.29 WITA.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika atau BMKG Kendari pun menyatakan gempa tektonik ini dipicu aktivitas sesar lokal.

Sementara, episenter gempa bumi terletak pada koordinat 6.06 LS, 122.48 BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 41,5 kilometer, barat daya Siompu Barat, Kabupaten Buton Selatan di kedalaman 10 kilometer.

Kepala Stasiun Geofisika BMKG Kendari Rudin membeberkan, berdasarkan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal.

"Akibat aktivitas sesar lokal di barat daya Siompu Barat, Kabupaten Buton Selatan," tulis Rudin dalam keterangan tertulisnya, Kamis (30/9/2021).

Baca juga: Gempa Bumi Magnitudo 3,9 SR Guncang Kecamatan Siompu Barat Buton Selatan Sore Ini

Kata dia, dampak gempa bumi sendiri, dilaporkan dirasakan di Siompu Barat dengan intensitas II-III MMI atau getaran dirasakan nyata dalam rumah, terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu.

Rudin mengatakan, hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut. 

"Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi tidak berpotensi tsunami," jelasnya.

Hingga pukul 19.21 WITA, hasil monitoring BMKG menunjukkan belum terjadi aktivitas gempa bumi susulan.

BMKG Kendari mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Baca juga: Penyebab Gempa yang Mengguncang Beberapa Wilayah di Kendari, BMKG Sebut Disebabkan Patahan

"Agar menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa," ujarnya.

Ia meminta warga untuk memeriksa dan memastikan bangunan tempat tinggal cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan.(*)

(TribunnewsSultra.com/Fadli Aksar)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved