Breaking News:

Berita Kendari

Pendapatan Turun Gegara Covid-19, Mayoritas Warga Kendari Ingin Imbauan Tinggal di Rumah Dihentikan

Mayoritas warga di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) mengalami penurunan pendapatan selama pendemi Covid-19.

Penulis: Laode Ari | Editor: Sitti Nurmalasari
TribunnewsSultra.com/ La Ode Ari
Direktur Eksekutif The Haluoleo Institute, Naslim Sarlito Alimin saat menyampaikan hasil survei mengenai perspektif masyarakat terhadap pandemi Covid-19 di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), Rabu (29/9/2021). 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI -  Mayoritas warga Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) mengalami penurunan pendapatan selama pendemi Covid-19.

Akibatnya, banyak warga yang menilai imbauan pemerintah untuk tetap beraktivitas di rumah saja agar dihentikan, guna kembali beraktivitas memenuhi kebutuhan rumah tangga.

Hal tersebut berdasarkan hasil survei mengenai perspektif masyarakat terhadap pandemi Covid-19 di Kota Kendari.

Survei ini dilakukan oleh Lembaga Survei The Haluoleo Institute, yang disampaikan melalui konferensi pers di Swiss-Belhotel Kendari, Rabu (29/9/2021).

Survei tersebut menggunakan metode multi stage random sampling dengan jumlah responden 440 orang. Sementara pengumpulan data survei dilakukan pada 4-10 Agustus 2021.

Baca juga: Gegara Batal Sita Eksekusi, Ahli Waris Lahan Lapangan Golf Sanggoleo Geruduk Pengadilan Kendari

Berdasarkan hasil survei The Haluoleo Institute, sebanyak 69,4 persen masyarakat menilai keadaan ekonomi masuk kategori buruk. 

"Sebanyak 13,9 persen masuk kategori sangat buruk," kata Direktur Eksekutif The Haluoleo Institute, Naslim Sarlito Alimin.

Sementara untuk kategori keadaan ekonomi membaik selama pandemi sebesar 15,7 persen. Sebesar 0,5 persen menjawab sangat baik dan tidak tahu.

Selain itu, untuk survei pendapatan ekonomi rumah tangga juga menurun karena dampak pandemi Covid-19 yang terjadi sejak 2020 lalu ini.

"Dari hasil survei, diperoleh sebanyak 70,7 persen menilai pendapatan menurun. Sementara, 26,8 persen menilai pendapatan tetap atau stabil," urainya.

Baca juga: Detik-detik Pembacaan dan Penandatanganan Deklarasi Damai di Polres Konawe, Jaga Situasi Kamtibmas

Untuk itu, Naslim mengatakan, mayoritas masyarakat Kendari, menginginkan, imbauan pemerintah yang membatasi warga untuk beraktivitas di luar rumah dihentikan.

Kata dia, pernyataan masyarakat yang menilai gerakan tinggal di rumah dihentikan sebanyak 74,8 persen dan gerakan tetap beraktivitas di rumah tetap dilanjutkan hanya 19,1 persen. (*)

(TribunnewsSultra.com/La Ode Ari) 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved