Breaking News:

Berita Sulawesi Tenggara

PAN Sulawesi Tenggara Bakal Usung Dua Nama untuk Pemilihan Wakil Bupati Kolaka Timur

Partai Amanat Nasional (PAN) bakal mengusung dua nama untuk proses pemilihan Wakil Bupati Kolaka Timur (Koltim).

Penulis: Laode Ari | Editor: Sitti Nurmalasari
TribunnewsSultra.com/ La Ode Ari
Ketua DPW PAN Sultra, Abdurrahman Saleh 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Partai Amanat Nasional (PAN) bakal mengusung dua nama untuk proses pemilihan Wakil Bupati Kolaka Timur (Koltim).

Hal itu disampaikan Ketua DPRD Sulawesi Tenggara, Abdurrahman Saleh sekaligus Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) PAN Sultra.

Ia mengatakan, saat ini pihaknya masih berkoordinasi dengan partai pengusung untuk proses penunjukan Wakil Bupati Koltim.

Diketahui, partai pengusung dalam pencalonan kepala daerah di Koltim 2020 lalu, adalah Gerindra, PAN, Demokrat, dan PDIP.

"Mungkin dalam waktu yang tidak berlangsung lama, kami akan umumkan nama yang kami pilih untuk maju sebagai Wakil Bupati Koltim," kata Abdurrahman Saleh.

Baca juga: Gubernur Ali Mazi Surati Mendagri Terkait Jabatan Bupati Kolaka Timur, Usai Andi Merya di OTT KPK

Menurut ARS, sapaan akrabnya, proses penunjukan Wakil Bupati Koltim agak rumit, karena masing-masing partai pengusung memberikan kader terbaiknya.

"Ini kejadian sifatnya overmax, tidak disangka-sangka. Tapi pada prinsipnya kami dari PAN sedang membangun komunikasi karena ada empat partai pengusung dalam pencalonan Pilkada Koltim," jelasnya.

Namun, kata ARS, seluruh fraksi partai pengusung di DPRD tetap berkoordinasi dan mendukung dalam proses pemilihan Wakil Bupati Kolaka Timur.

Apalagi seluruh komposisi partai pengusung di DPRD Koltim memiliki 11 kursi terdiri PAN empat kursi, PDIP tiga kursi, sementara Demokrat dan Gerindra masing-masing dua kursi.

Ketua DPRD Sultra ini menambahkan PAN mengusung nama kader yang memahami kondisi dan seusai keinginan masyarakat Kolaka Timur.

Baca juga: Andi Merya Nur Tersangka Dugaan Kasus Korupsi, Gubernur Sultra Tunjuk Sekda Kolaka Timur Plh Bupati

"Tentunya ada visi dan misi yang diberikan untuk warga Kolaka Timur, dengan kebijakan yang diharapkan masyarakat," ujarnya.

Menyoal mekanismenya, Abdurahman Saleh menjelaskan, DPRD Sulawesi Tenggara akan mengusung nama yang ditunjuk.

Kemudian nama tersebut diberikan ke partai pengusung. Selanjutnya, nama tersebut diajukan ke Bupati Kolaka Timur atau Pelaksana Jabatan (Pj) untuk disetujui.

"Kalau kasus korupsi Bupati Kolaka Timur Andi Merya Nur belum inkrah, maka Bupati yang akan menyetujui," ujar ARS. (*)

(Tribunnewssultra.com/La Ode Ari) 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved