OTT Bupati Koltim

Uang Palak Rp225 Juta, Bupati Kolaka Timur Andi Merya Nur dan Kepala BPBD Tersangka KPK, Suami Lolos

Bupati Kolaka Timur (Koltim) Andi Merya Nur (AMN) ditetapkan tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Rabu (22/9/2021) malam.

Editor: Aqsa
kolase foto (handover)
Bupati Kolaka Timur (Koltim) Andi Merya Nur (AMN) ditetapkan menjadi tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Rabu (22/9/2021) malam. AMN diduga menerima setoran atau uang ‘palak’ proyek Rp250 juta dari Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah atau BPBD Koltim Anzarullah (ANZ) yang juga ditetapkan menjadi tersangka. 

Tim KPK selanjutnya bergerak dan mengikuti ANZ yang telah menyiapkan uang sejumlah Rp225 juta.

Baca juga: Tiba di Jakarta, Bupati Koltim Andi Merya Nur dan Suami Sempat Masuk Toilet Bandara Soekarno Hatta

Ghufron mengatakan, dalam komunikasi percakapan yang dipantau Tim KPK, ANZ menghubungi ajudan Andi Merya untuk meminta waktu bertemu di rumah jabatan bupati.

ANZ kemudian bertemu langsung dengan Andi Merya di rumah dinas jabatan bupati dengan membawa uang sebesar Rp225 juta untuk diserahkan langsung kepada bupati berusia 36 tahun tersebut.

“Namun oleh karena di tempat tersebut sedang ada pertemuan kedinasan sehingga AMN menyampaikan agar uang dimaksud diserahkan oleh AZR melalui ajudan yang ada di rumah kediaman pribadi AMN di Kendari,” jelas Ghufron.

Saat meninggalkan rumah jabatan bupati, Tim KPK langsung mengamankan ANZ, Andi Merya dan suaminya MD, tiga ajudan bupati, serta uang sejumlah Rp225 juta tersebut.

Semua pihak yang diamankan kemudian dibawa ke Polda Sultra untuk dilakukan permintaan keterangan dan selanjutnya dibawa ke gedung Merah Putih KPK di Jakarta untuk pemeriksaan lanjutan.

Bupati Kolaka Timur Andi Merya Nur tiba di Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta Selatan, Rabu (22/9/2021) petang.
Bupati Kolaka Timur Andi Merya Nur tiba di Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta Selatan, Rabu (22/9/2021) petang. (Handover)

“Setelah dilakukan pengumpulan berbagai bahan keterangan dugaan tindak pidana korupsi dimaksud, selanjutnya KPK melakukan penyelidikan yang kemudian ditemukan adanya bukti permulaan yang cukup, maka KPK meningkatkan status perkara ini ke tahap penyidikan dengan mengumumkan tersangka,” ujar Ghufron.

Duduk Perkara Kasus

Pada Maret hingga Agustus 2021, Andi Merya dan Anzarullah menyusun proposal dana hibah Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) berupa dana Rehabilitasi dan Rekonstruksi (RR) serta Dana Siap Pakai (DSP).

Pada awal September, kedua tersangka datang ke kantor BNPB Pusat di Jakarta untuk menyampaikan paparan terkait dengan pengajuan dana hibah logistik dan peralatan.

Pemkab Koltim lalu memperoleh dana hibah BNPB yaitu Rehabilitasi dan Rekonstruksi (RR) senilai Rp26,9 miliar dan hibah Dana Siap Pakai (DSP) senilai Rp12,1 miliar.

Baca juga: BREAKING NEWS: KPK OTT Bupati Kolaka Timur Andi Merya Nur, Barang Bukti Diamankan di Rujab Koltim

Atas pemaparan itu, ANZ kemudian meminta bupati agar beberapa proyek pekerjaan fisik yang bersumber dari dana hibah BNPB tersebut bisa dilaksanakan oleh orang-orang kepercayaannya.

Selain itu, pihak-pihak lain yang membantu mengurus agar dana hibah tersebut cair ke Pemkab Koltim.

Khusus paket belanja jasa konsultansi perencanaan pekerjaan 2 unit jembatan di Kecamatan Ueesi senilai Rp714 juta akan dikerjakan oleh ANZ.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews.com
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved