OTT Bupati Koltim

Penyebab Bupati Kolaka Timur Terjaring OTT KPK, Minta Fee Tender Proyek Bencana, Disuap Anak Buah

Anak buah Bupati Kolaka Timur yakni Kepala BPBD Koltim Anzarullah juga ditetapkan sebagai tersangka suap tender proyek.

Penulis: Fadli Aksar | Editor: Muhammad Israjab
kolase foto (handover)
Bupati Kolaka Timur (Koltim) Andi Merya Nur (AMN) ditetapkan menjadi tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Rabu (22/9/2021) malam. AMN diduga menerima setoran atau uang ‘palak’ proyek Rp250 juta dari Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah atau BPBD Koltim Anzarullah (ANZ) yang juga ditetapkan menjadi tersangka. 

Akibat perbuatannya Anzarullah disangkakan melanggar pasal 5 ayat 1, huruf A, atau pasal 5 ayat 1 huruf B, atau pasal 13 Undang-Undang 31 Tahun 1999 juncto 20 tahun 2001 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Sementara Andi Merya Nur disangkakan melanggar pasal 12 huruf A, atau huruf B, atau pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 Juncto Nomor 20 Tahun 2001 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Tim penyidik KPK pun menahan dua tersangka tersebut untuk 20 hari pertama mulai 22 September 2021 sampai 11 Oktober 2021

"Andi Merya Nur ditahan di Gedung Merah Putih KPK, sementara Anzarullah ditahan di Rutan KPK Kavling C1," tandasnya.(*)

(TribunnewsSultra.com/Fadli Aksar)

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved