OTT Bupati Koltim

Bupati Koltim Andi Merya Nur dan Kepala BPBD Anzarullah Jalani Isolasi Mandiri 14 Hari di Rutan KPK

Bupati Kolaka Timur Andi Merya Nur resmi ditahan penyidik KPK, Rabu (23/9/2021) malam. Nasib serupa juga dialami Kepala BPBD Kolaka Timur Anzarullah.

Penulis: Fadli Aksar | Editor: Sitti Nurmalasari
kolase foto (handover)
Bupati Kolaka Timur (Koltim) Andi Merya Nur (AMN) ditetapkan menjadi tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Rabu (22/9/2021) malam. AMN diduga menerima setoran atau uang ‘palak’ proyek Rp250 juta dari Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah atau BPBD Koltim Anzarullah (ANZ) yang juga ditetapkan menjadi tersangka. 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Bupati Kolaka Timur atau Koltim Andi Merya Nur resmi ditahan penyidik KPK sejak Rabu (23/9/2021) malam.

Nasib serupa juga dialami Kepala BPBD Kolaka Timur Anzarullah. Keduanya resmi mendekam di Rumah Tahanan (Rutan) KPK.

Kedua pejabat itu ditahan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK usai ditetapkan sebagai tersangka usai ditangkap.

Andi Merya Nur dan Anzarullah ditangkap KPK dalam Operasi Tangkap Tangan atau OTT di Rujab Bupati Koltim, Selasa (21/9/2021) sekira pukul 21.00 WITA.

Keduanya langsung digelandang ke Markas Kepolisian Daerah Sulawesi Tenggara ( Polda Sultra) untuk menjalani pemeriksaan bersama empat orang lain.

Baca juga: Tiba di Jakarta, Bupati Koltim Andi Merya Nur dan Suami Sempat Masuk Toilet Bandara Soekarno Hatta

Dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) tersebut KPK menyita barang bukti uang senilai Rp225 juta sebagai alat transaksi suap dari tangan Anzarullah.

Keenam orang tersebut menjalani pemeriksaan selama 12 jam di Polda Sultra, mulai Rabu (22/9/2021) pukul 01.30 WITA hingga pukul 14.00 WITA.

Setelah menjalani pemeriksaaan di Polda Sultra, mereka kemudian dibawa ke Gedung KPK Jakarta untuk menjalani pemeriksaan lanjutan.

Andi Merya Nur dan Anzarullah akhirnya ditetapkan sebagai tersangka kasus suap tender proyek pascabencana di Kolaka Timur.

Pengumuman tersangka digelar dalam konferensi pers di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Rabu (23/9/2021) malam.

Baca juga: Bupati Kolaka Timur Andi Merya Nur Tiba di Gedung Merah Putih KPK, Disambut Puluhan Awak Media

Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron mengatakan, setelah melakukan OTT dan pemeriksaan, pihaknya menemukan bukti permulaan yang cukup.

Sehingga KPK meningkatkan status perkara ini ke tingkat penyidikan dan menetapkan tersangka.

"Mengumumkan tersangka A saudari AMN (Andi Merya Nur) Bupati Kolaka Timur periode 2021-2026, B saudara AZR (Anzarullah) Kepala BPBD Kolaka Timur," jelas Nurul Ghufron.

Akibat perbuatannya Anzarullah disangkakan melanggar Pasal 5 ayat 1, huruf A, atau Pasal 5 ayat 1 huruf B, atau Pasal 13 Undang-Undang 31 Tahun 1999 juncto 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Sementara Andi Merya Nur disangkakan melanggar Pasal 12 huruf A, atau huruf B, atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 juncto Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Baca juga: Detik-detik Bupati Kolaka Timur Andi Merya Nur Tiba di Bandara Soekarno Hatta, Dibawa KPK ke Jakarta

Tim penyidik KPK pun menahan dua tersangka tersebut untuk 20 hari pertama mulai 22 September 2021 sampai 11 Oktober 2021

Andi Merya Nur ditahan di Gedung Merah Putih KPK, sementara Anzarullah ditahan di Rutan KPK Kavling C1.

"Sebagai langkah antisipasi, memenuhi protokol kesehatan Covid-19 maka para tersangka akan dilakukan isolasi mandiri selama 14 hari di rutan masing-masing," tandasnya. (*)

(TribunnewsSultra.com/Fadli Aksar)

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved