Breaking News:

Berita Sulawesi Tenggara

Indonesia Produsen Utama Baterai Kendaraan Listrik, Dekan FEB UHO Harap Pabriknya di Sultra

Namun, kedepan di Sulawesi Tenggara atau Sultra harus dibangun pabrik pembuatan baterai kendaraan listrik.

Penulis: Muh Ridwan Kadir | Editor: Muhammad Israjab
(Muh Ridwan Kadir/TribunnewsSultra.com)
Dekan Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Halu Oleo (UHO) Prof Arifuddin Mas'ud 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Presiden Joko Widodo (Jokowi) yakin Indonesia akan menjadi negara produsen utama produk barang jadi berbasis nikel pada 3-4 tahun kedepan.

Menanggapi hal tersebut, Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Halu Oleo (UHO) Prof Arifuddin Masu'd mendukung penuh hal itu.

Namun, kedepan di Sulawesi Tenggara atau Sultra harus dibangun pabrik pembuatan baterai kendaraan listrik.

"Jadi kita berharap jangan sampai kedepannya bahan bakunya berasal dari Sultra namun pabriknya diluar daerah, jadi pabriknya harus ada disini,"ucapnya saat ditemui FEB UHO Kendari, Rabu (22/9/2021).

Prof Arifuddin menyebut banyak keuntungan serta manfaat yang di dapatkan jika pabrik itu dibangun di Sultra yaitu pertumbuhan daerah pun bakal meningkat.

Baca juga: Update Daftar Harga HP Realme per September 2021: Mulai dari Rp 1 Jutaan

Kemudian, akan ada penyerapan tenaga kerja di Sultra dengan sehingga mengurangi tingkat pengangguran.

Kendaraan listrik menggunakan baterai agar bisa dikendarai dan bahan bakunya yaitu nikel, menurut Prof Arifuddin hal ini dapat dikatakan energi alternatif atau terbarukan.

"Pemerintah fokus terhadap energi terbarukan karena kendaraan listrik itu guna tak menimbulkan polusi udara yang berlebihan,"ujarnya.

Dekan FEB UHO menyebut, industri tersebut sudah layak hadir di Sultra namun yang menjadi catatan bagi pemerintah yaitu bagaimana melakukan sosialisasi akan energi terbarukan tersebut.

Kemudian permasalahan juga dalam menghadapi industri itu yaitu terkait dengan Sumber Daya Manusia (SDM).

Baca juga: Syarat Penerbangan Terbaru di Bandara Haluoleo Kendari, Bisa Rapid Antigen Jika Vaksin Dosis ke-2

"Karena dalam membangun industri itu tentunya SDM nya juga harus mempunyai keahlian dalam bidang tersebut,"imbuhnya.

Untuk itu menurutnya, Sultra tak boleh menutup diri terkait dengan kemampuan SDM.

"Langkah awal tentunya kita pasti membutuhkan SDM dari luar, namun setelah berjalannya waktu tenaga kerja lokal dapat belajar ilmunya, setelah memiliki kemapanan dan kemandirian dalam hal pengetahuan, sehingga kita bisa berdiri diatas kaki sendiri,"tutupnya. (*)

(TribunnewsSultra.com/Muh Ridwan Kadir)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved