Breaking News:

Berita Sulawesi Tenggara

KPP Kendari Tangani 35 Kasus Kecelakaan di Laut Sepanjang 2021, 160 Selamat, 9 Meninggal, 8 Hilang

Kantor Pencarian dan Pertolongan atau KPP Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) menangani 35 kasus kecelakaan di laut sepanjang 2021.

Penulis: Fadli Aksar | Editor: Sitti Nurmalasari
Istimewa
Salah satu korban kecelakaan di laut yang dievakuasi tim dari Kantor Pencarian dan Pertolongan atau KKP Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra). 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Kantor Pencarian dan Pertolongan atau KPP Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) menangani 35 kasus kecelakaan di laut sepanjang 2021.

Humas KPP atau Basarnas Kendari Wahyudi menjelaskan, dari puluhan kasus kecelakaan di laut tersebut, 160 korban bisa diselamatkan.

"Sebanyak sembilan korban di antaranya meninggal dunia, delapan orang hilang, dan satu masih dalam pencarian," ujar Wahyudi saat dihubungi melalui WhatsApp Messenger, Sabtu (18/9/2021)

Wahyudi menjelaskan di Sulawesi Tenggara kasus kecelakaan di laut didominasi akibat kerusakan mesin dan cuaca buruk.

Teranyar, kecelakaan yang melibatkan tugboat tongkang Syukur 23 rute Kolonodale - Kabaena di Selat Tiworo, Perairan Polewali, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel).

Baca juga: KPP Kendari Evakuasi 2 Jenazah Korban Tenggelam, 1 Selamat Usai 160 Jam Bertahan Hidup di Laut

Kapal tongkang tersebut menabrak perahu nelayan yang dikemudikan Dasman Jaya (40).

Warga Jl Lamuna, Kelurahan Tampo, Kabupaten Muna, Provinsi Sultra itu seketika hilang usai ditabrak kapal tongkang, Rabu (8/9/2021).

Dasman Jaya ditemukan setelah lima hari hilang dalam kondisi meninggal dunia, pada Minggu (13/9/2021).

Menurut Wahyudi, kecelakaan di laut paling banyak terjadi di Perairan Wakatobi, Provinsi Sultra sejak Januari hingga September 2021.

"Tapi kecelakaan di laut ini kebanyakan dipicu kerusakan mesin dan cuaca buruk," terangnya.

Baca juga: KPP Kendari Terima Laporan 3 Korban Tenggelam Mengapung di Laut Banda, 2 Meninggal Dunia

Wahyudi mengimbau kepada masyarakat sebelum melakukan aktivitas pelayaran, perlu memerhatikan beberapa hal.

Di antaranya mengecek kelayakan, memperbarui informasi soal prediksi cuaca yang akan datang, membawa peratan komunikasi dan navigasi.

"Hal yang juga tidak kalah penting membawa alat keselamatan seperti pelampung. Jangan lupa berdoa minta perlindungan dan keselamatan dari Yang Maha Kuasa," tandasnya. (*)

(TribunnewsSultra.com/Fadli Aksar)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved