Breaking News:

Wansus Wali Kota Baubau AS Tamrin

Wali Kota Baubau AS Tamrin Soroti Pertambangan: Pulau 10 Ribu Hektare Terbit IUP 20 Ribu Hektare

AS Tamrin mengatakan, karena persaingan bahkan satu pulau yang luasnya 10 ribu hektara memiliki IUP seluas 20 ribu hektare.

Editor: Risno Mawandili
TribunnewsSultra.com
Wali Kota Baubau, Sulawesi Tenggara, AS Tamrin, ditemui di Rumah Jabatan bilangan Jl Balai Kota, Kelurahan Wale, Kecamatan Wolio, Kota Baubau, Selasa (14/9/2021). 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM,BAUBAU - Wali Kota Baubau, Sulawesi Tenggara (Sultra), Abdul Sajid Tamrin alias AS Tamrin menyoroti masalah pertambangan.

Ia mengingatkan agar pelaku industri pertambangan di Sultra tak serakah.

"Silahkan menambang, tapi ada rambu-rambunya," ujarnya ditemui di Rumah Jabatan (Rujab) Wali Kota Baubau, Jl Balai Kota, Kelurahan Wale, Kecamatan Wolio, Kota Baubau, Selasa (14/9/2021).

Ia menguraikan, saat ini pengusaha bidang pertambangan mulai bersaing ketat memperoleh Izin Usaha Pertambangan (IUP).

Hanya saja, ditakutkan persaingan itu tidak sehat.

Baca juga: Alasan Wali Kota Baubau AS Tamrin Kritik Pilkada Langsung, Tanamkan Nilai Materialistik & Pragmatik

AS Tamrin mengatakan, karena persaingan bahkan satu pulau yang luasnya 10 ribu hektara memiliki IUP seluas 20 ribu hektare.

"Sekarang inikan bersaing, satu pulau luasnya 10 ribu hektare yang keluar IUP seluas 20 ribu hektare," bebernya.

Ia mengingatkan, keserakahan hanya menimbulkan bencana.

Baca juga: Politisi Senior Golkar Dukung Usulan Walikota Baubau Pilkada Dikembalikan ke DPRD

Sehingga seharusnya negara kembali mengelola sumber daya alam dengan baik.

"Mengenai penanganan sumber daya alam itu tercatat dalam pasal 33 ayat 3 UUD 1945. Bumi, air, dan udara, dikuasai negara dan dimanfaatkan untuk untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat. Bukan dikeruk secara ilegal, lalu menimbulkan bencana," imbuhnya. (*)

(*/TribunnewsSultra.com)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved