Breaking News:

Berita Kendari

Dikmudora Kota Kendari Sebut Kepala Sekolah Bisa Gunakan Dana BOS, Sedia Alat Pengukur Suhu Tubuh

Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Kota Kendari menyebutkan kepala sekolah bisa menggunakan dana BOS untuk menyediakan alat pengukur suhu tubuh.

Penulis: Amelda Devi Indriyani | Editor: Sitti Nurmalasari
TribunnewsSultra.com/ Amelda Devi Indriyani
Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Kota Kendari Makmur 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Kota Kendari menyebutkan kepala sekolah bisa menggunakan dana BOS untuk menyediakan alat pengukur suhu tubuh di sekolah.

Hal tersebut dilakukan menyusul adanya temuan sekolah-sekolah di Kota Kendari yang masih kekurangan alat pengukur suhu tubuh.

Seperti diketahui, pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) sekolah di Kota Kendari telah memasuki pekan kedua. 

Wali Kota Kendari Sulkarnain Kadir bersama Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Kota Kendari melakukan evaluasi pelaksanaan pembelajaran tatap muka tersebut.

Sesuai dengan hasil evaluasi tersebut, ditemukan beberapa sekolah di Kota Kendari, Sultra masih kekurangan alat pengukur suhu tubuh.

Baca juga: Dikmudora Kendari Resmikan e-Library SD dan SMP, Sulkarnain Kadir Harap Semua Siswa Bisa Akses Buku

Di mana rasio alat pengukur suhu tubuh yang tersedia tidak seimbang dengan jumlah peserta didik di sekolah-sekolah tersebut.

Kepala Dikmudora Kota Kendari Makmur mengatakan pihaknya memberikan saran kepada kepala sekolah agar mendapatkan tambahan unit alat pengukur suhu tubuh melalui dana BOS

"Mereka dapat mengadakan alat pengukur suhu tubuh melalui dana BOS yang sementara berjalan, disesuaikan dengan kondisi keuangan," ujarnya saat ditemui di SMPN 1 Kendari saat meresmikan e-Library, Rabu (15/9/2021). 

Selain itu, berdasarkan hasil evaluasi pelaksanaan pembelajaran tatap muka sekolah-sekolah di Kota Kendari, Dikmudora juga menemukan adanya miskomunikasi dalam pengaturan jadwal siswa.

"Utamanya sekolah kategori sedang di mana kehadiran siswa dibagi menjadi 50 persen," ujarnya.

Baca juga: Pengukur Suhu Jadi Kendala Belajar Tatap Muka di Sekolah, Wali Kota Kendari Bantu Pengadaan

Namun hal tersebut hanya terjadi hari pertama dan kedua, karena masih penyesuaian. Sementara hari ketiga dan seterusnya sudah lebih teratur dan berjalan normal.

"Kita evaluasi untuk melakukan perbaikan. Alhamdulillah laporan teman-teman sudah berjalan dengan baik," ujarnya. (*)

(TribunnewsSultra.com/Amelda Devi Indriyani) 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved