Breaking News:

Cegah Konten Radikalisme dan Terorisme, BNPT Pantau Telegram hingga Facebook

Sejumlah platform media sosial menjadi fokus pengawasan oleh Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT).

Editor: Clarissa Fauzany
Pixabay.com/FirmBee
ILUSTRASI media sosial 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM - Sejumlah platform media sosial menjadi fokus pengawasan oleh Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT).

Hal itu dilakukan dalam rangka mencegah munculnya konten berbau radikalisme dan terorisme.

Dilansir Tribunnews.com, setidaknya ada empat platform media sosial yang kini diawasi BNPT.

"Pertama Telegram, WhatsApp, Facebook, dan TamTam," ungkap Kepala BNPT Komjen Pol Boy Rafli Amar dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi III DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Rabu (15/9/2011).

Baca juga: Data Sebaran Covid-19 di Indonesia per Rabu, 15 September 2021: Tercatat 3.948 Kasus Baru

Boy melanjutkan, sampai bulan Agustus 2021, pihaknya sudah menemukan 399 group ataupun kanal media sosial yang dipantau.

Terbanyak konten radikalisme dan terorisme berada di media sosial Telegram dengan mencapai 135 group kanal.

"Per Agustus 2021 terdapat 399 grup maupun kanal medsos yang dipantau dan Telegram menempati jumlah tertinggi dengan mencapai 135 grup kanal," ujar Boy.

Baca juga: Cara Unduh Sertifikat Hasil SKD CPNS 2021: Siapkan NIK dan Nomor Peserta Ujian

Dia berujar saat ini proses penurunan atau penghapusan konten tersebut sedang dilakukan.

BNPT bekerja sama dengan Ditjen Aptika Kementerian Kominfo untuk konten media sosial.

"Sedangkan yang berkaitan dengan cyber crime tentunya bersama dengan unsur-unsur penegak hukum di Polri," pungkasnya.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul BNPT Awasi 4 Platform Media Sosial Terkait Radikalisme dan Terorisme

(Tribunnews.com/Reza Deni)

Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved