Breaking News:

Berita Kolaka Timur

Pembangunan Bendungan Ladongi Koltim Capai 97 Persen, Diresmikan Presiden Joko Widodo Oktober 2021

Pembangunan Bendungan Ladongi di Kabupaten Kolaka Timur (Koltim), Sulawesi Tenggara (Sultra) telah mencapai 97 persen.

Penulis: Amelda Devi Indriyani | Editor: Sitti Nurmalasari
Istimewa
Kepala Balai Wilayah Sungai Sulawesi IV Kendari Haeruddin C Maddi 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Pembangunan Bendungan Ladongi di Kabupaten Kolaka Timur (Koltim), Sulawesi Tenggara (Sultra) telah mencapai 97 persen.

Balai Wilayah Sungai Sulawesi (BWS) IV Kota Kendari tengah menyelesaikan tahap akhir pengerjaan Bendungan Ladongi di Koltim.

Penggunaan bendungan itu direncanakan bakal diresmikan Presiden Joko Widodo pada akhir Oktober 2021 mendatang.

Kepala Balai Wilayah Sungai Sulawesi IV Kendari Haeruddin C. Maddi mengatakan, Bendungan Ladongi di Koltim merupakan satu di antara 13 bendungan di Indonesia yang termasuk dalam proyek strategis nasional.

Bendungan yang dibangun sejak 2016 lalu itu, ditaksir telah menghabiskan anggaran alokasi pendapatan belanja negara (APBN) sebesar Rp1,14 triliun.

Baca juga: PUPR Gelontorkan Rp1,14 Triliun APBN untuk Pembangunan Bendungan Ladongi, Rampung 96 Persen

Haeruddin C. Maddi mengatakan, pembangunan yang sudah memasuki tahap akhir ini dipastikan rampung pada 2021 ini.

"Pengerjaan bendungan sudah mencapai 97 persen. Saat ini sedang dilakukan perbaikan jalan dan pembuatan tiga buah helipad atau landasan helikopter di area bendungan," kata Haeruddin, Senin (13/9/2021).

Ia menyampaikan, jika bendungan ini nantinya berfungsi untuk mengoptimalkan potensi aliran sungai Ladongi sebagai sumber daya air di Koltim.

Sehingga kata Haeruddin C. Maddi, dapat meningkatkan debit air saluran irigasi untuk mendukung produksi pertanian bagi warga setempat.

Selain sebagai irigasi, Haeruddin mengatakan bendungan itu menghadirkan nuansa baru dengan menjadi spot wisata bagi masyarakat Sultra.

Baca juga: Bendung Wawotobi Kabupaten Konawe Bakal Direnovasi, Gunakan Anggaran Rp500 Miliar

"Bendungan ini kami adopsi kearifan lokal, seperti ornamennya kami ambil khas Tolaki, diharapkan nanti ada betul-betul nilai budaya," tutupnya. (*)

(TribunnewsSultra.com/Amelda Devi Indriyani)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved