Breaking News:

Berita Sulawesi Tenggara

Disperindag Sulawesi Tenggara & PPEI Pelatihan Bisnis Online, Maksimalkan Produk Ekspor Daerah

Menurut Kepala Disperindag Sultra Sitti Saleha, pelatihan ini bertujuan guna mendorong peningkatan capacity building bagi pelaku usaha.

Penulis: Muh Ridwan Kadir | Editor: Muhammad Israjab
(Muh Ridwan Kadir/TribunnewsSultra.com)
Sambutan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sulawesi Tenggara (Sultra) Sitti Saleha dalam kegiatan pelatihan bisnis online, bertempat di Hotel Same Boutique Jl Malaka / Brigjend, Jl Z A Sugianto, Kambu, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, Selasa (14/9/2021). (Muh Ridwan Kadir) 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sulawesi Tenggara (Sultra) bersama Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Ekspor Indonesia (PPEI) gelar pelatihan bisnis online.

Pelatihan tersebut bertempat di Hotel Same Boutique Jl Malaka / Brigjend, Jl Z A  Sugianto, Kambu, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara.

Kegiatan itu dilaksanakan selama tiga hari mulai 14-16 September 2021, dihadiri sekitar 30 pelaku usaha.

Menurut Kepala Disperindag Sultra Sitti Saleha, pelatihan ini bertujuan guna mendorong peningkatan capacity building bagi pelaku usaha.

Untuk mengetahui informasi pasar ekspor, prosedur serta mekanisme ekspor yang akan memaksimalkan daya saing produk ekspor Sultra.

Baca juga: Disperindag Sultra Ekspor 6 Komoditi ke 6 Negara, Raup Rp10 Triliun Selama Januari-Maret 2021

"Harapannya kedepan dalam pelatihan ini dapat memaksimalkan kegiatan ekspor sektor produk IKM dan UMKM untuk lebih berkontribusi dalam peningkatan perekonomian dan kesejahteraan daerah, dan juga dapat terus mewujudkan kegiatan ekspor secara langsung/direct ekspor dari Sultra," ucapnya, Selasa (14/9/2021).

Lanjutnya, di era digital saat ini memungkinkan segala sesuatu dilakukan secara praktis, termasuk dalam hal transaksi jual beli. 

Jika sebelumnya penjual dan pembeli harus melakukan transaksi langsung dengan tatap muka, maka sekarang penjual dan pembeli bisa melakukan transaksi online.

"Transaksi jual beli online dilakukan baik melalui website, marketplace, aplikasi e-commerce, maupun media sosial," ungkapnya.

Sitti menyebut sebagian besar masyarakat sudah mengenal transaksi online, yaitu kegiatan jual beli yang dilakukan dengan memanfaatkan internet sebagai sarana bertransaksi. 

Oleh karena itu, saat ini transaksi tersebut sudah menjadi bagian dari kebutuhan masyarakat dalam melakukan kegiatan 
ekonomi. 

Baca juga: Disperindag Klaim Neraca Perdagangan di Sultra Pada 2020 Mengalami Surplus, Ini Alasannya

"Saat ini peran pelaku usaha baik IKM maupun UMKM dapat memaksimalkan bisnis online sebagai sarana promosi maupun pemasaran produk sebagai indikator peningkatan daya saing khususnya untuk kegiatan ekspor," ujarnya.

Disamping itu juga Kepala Disperindag Sultra mengingatkan kepada pelaku usaha agar mampu meningkatkan kualitas serta kuantitas produk yang hendak mereka pasarkan.

Bukan hanya sekedar kualitas dan kuantitas namun lebih dari itu yaitu pelaku usaha harus terus memenuhi kebutuhan ekspor mereka secara berkelanjutan. (*)

(TribunnewsSultra.com/Muh Ridwan Kadir)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved