Breaking News:

Berita Kendari

Puluhan Mahasiswa di Kendari Gelar Aksi Diam, Tuntut Penuntasan HAM di Papua hingga Penembak Yusuf

Sejumlah mahasiswa di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) menggelar aksi diam di Bundaran Tank Anduonohu, Senin (13/9/2021).

Penulis: Laode Ari | Editor: Sitti Nurmalasari
TribunnewsSultra.com/ La Ode Ari
Sejumlah mahasiswa di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) menggelar aksi diam di Bundaran Tank Anduonohu, Senin (13/9/2021). 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Sejumlah mahasiswa di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) menggelar aksi diam di Bundaran Tank Anduonohu, Senin (13/9/2021).

Mereka menggelar aksi diam ini sebagai bentuk protes atas kasus pelanggaran Hak Asasi Manusia atau HAM yang belum tuntas terungkap di Papua.

Dalam aksi diam tersebut, puluhan mahasiswa membawa selebaran bertuliskan September Hitam dan spanduk hitam. 

Selain itu, aksi tersebut juga jelang peringatan insiden tewasnya dua mahasiswa UHO dalam aksi penolakan RUU KUHP pada 26 September 2019 lalu.

Di mana dalam aksi itu, Randi, mahasiswa Fakultas Perikanan Universitas Halu Oleo tewas tertembak.

Sementara Yusuf Kardawi, mahasiswa Fakultas Teknik UHO meninggal usai dirawat di RS Bahteramas dengan kondisi luka di bagian kepala.

Baca juga: Mengenang Dua Tahun Tragedi Wafatnya Randi dan Yusuf, Mahasiswa & Polres Baubau Gelar Doa Bersama

Koordinator Aksi Menolak Lupa, Ikbal Saidin Akbar, mengatakan, aksi protes tersebut diikuti oleh mahasiswa dari Universitas Halu Oleo (UHO) dan Universitas Muhammadiyah Kendari (UMK).

"Aksi ini sebagai bentuk peringatan tragedi 26 September sama protes kasus pelanggaran HAM di Papua yang belum terungkap sampai saat ini," ujarnya.

Ia menuturkan, aksi ini untuk menunjukan kepada masyarakat bahwa mahasiswa bisa melakukan aksi protes tanpa harus melakukan anarkis dengan membakar ban.

Selain itu, lanjut Ikbal, hal ini juga mendorong aparat penegak hukum untuk mengungkap penyebab kasus kematian Yusuf yang saat ini masih misterius.

"Kami minta agar penyebab kematian rekan kami Yusuf Kardawi segera diungkap. Karena sampai saat ini belum ada tindak lanjut dari pihak kepolisian," jelasnya.

Baca juga: Unjuk Rasa Mahasiswa UHO di Polda Sultra Tuntut Penuntasan Kasus Penembakan Randi dan Yusuf

Ikbal mengatakan, aksi tersebut sudah berjalan selama dua hari dan berlangsung hingga 14 hari ke depan di  Bundaran Tank Anduonohu.

"Aksi puncak akan dilaksanakan pada 22 dan 23, kemudian aksi demonstrasi di Polda Sultra pada 25 September mendatang," ujarnya. (*)

(Tribunnewssultra.com/La Ode Ari) 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved