Breaking News:

Berita Konawe

Pemkab Konawe Bakal Efisiensi Anggaran Tahun 2022, Prioritaskan Tunjangan Kinerja ASN Tahun Depan

Ferdinand melanjutkan, ASB bertujuan mendorong setiap ASN di Konawe untuk proporsional dalam menggunakan anggaran.

Penulis: Arman Tosepu | Editor: Muhammad Israjab
Handover
Sosialisasi Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 20 tentang Analisis Standar Belanja (ASB) Tahun 2022 dan 21 Tahun 2021 tentang Harga Satuan Pokok Kegiatan (HSPK) Tahun 2022 di Hotel Nugraha. 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KONAWE - Pemerintah Kabupaten atau Pemkab Konawe bakal melakukan efisiensi anggaran belanja dan harga satuan pokok kegiatan pada Tahun 2022.

Sekretaris Kabupaten (Sekab) Konawe, Ferdinand Sapan menuturkan, efisiensi tersebut bertujuan distribusi untuk organisasi perangkat daerah (OPD) yang berbasis kinerja.

Hal tersebut dijelaskan Ferdinand kepada sejumlah Apartur Sipil Negera (ASN) dalam kegiatan sosialisasi Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 20 dan 21 Tahun 2021 di Hotel Nugraha.

"Jadi selisih akan kita tarik untuk distribusi ke OPD yang punya indikator kinerja yang utama yang mensupport program pemerintah," tutur Ferdinand.

Perbup Nomor 20 dan 21 Tahun 2021 ini berisi tentang Analisis Standar Belanja (ASB) Tahun 2022 dan Harga Satuan Pokok Kegiatan (HSPK) Tahun 2022.

Baca juga: Direktur PT Toshida 4 Kali Mangkir dari Panggilan Kejati Sultra, Bebal Meski Kejagung Turun Tangan

Ferdinand melanjutkan, ASB bertujuan mendorong setiap ASN di Konawe untuk proporsional dalam menggunakan anggaran.

"Jadi nanti saya akan cek tiap-tiap dinas perilaku belanjanya," lanjut Ferdinand.

Ferdinand menyatakan, pihaknya mendorong agar efisiensi anggaran ini dapat berlaku di Konawe. Pasalnya, menurutnya daerah-daerah lain juga telah melakukan hal yang sama.

Sementara itu, Kepala Bidang Rencana dan Strategi Badan Perencanaan Pembangunan Daerah atau Bappeda Konawe, Edwar Ariano mengungkapkan Tahun 2021 total anggaran perjalan dinas di Konawe sebesar Rp 80 Miliar.

Ferdinand menilai, anggaran sebesar ini tidak memiliki output yang terlihat dalam pembangunan daerah.

"Coba banyaknya itu (Anggaran), itu outputnya dimana?," Kata Ferdinand.

Baca juga: Ahli ke Wali Kota Baubau: Buat Perwali Dukung Potensi SDM, Investasi, Budaya & Wisata

Selain itu, Ferdinand juga menjelaskan, selain perintah Undang-Undang, pemberlakuan ASB juga didorong agar Pemkab Konawe bisa membayarkan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP).

"Kalau tidak berbasis kinerja, kita bayar itu sifatnya boros-boros. Kalau kita sudah efisiensi semua dengan kinerja yang maksimal, ada lebihnya pasti kembali pegawai," jelasnya.

Diketahui, dalam sosialisasi ini juga para ASN diberikan pemahaman mengenai penggunaan anggara melalui simulasi. (*)

(TribunnewsSultra.com/Arman Tosepu)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved