Breaking News:

Berita Kendari

Perjuangan Atlet Sultra Ikut Seleksi Bintara Prajurit Karier TNI AD, Rela Tinggalkan Seleksi Porda

Inilah perjuangan tiga atlet Sulawesi Tenggara rela tinggalkan seleksi Pekan Olahraga Daerah untuk mengikuti seleksi Bintara Prajurit Karier TNI AD.

Korem 143/HO
Muhammad Nur Akbar dan Muhammad Rifat 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Inilah perjuangan tiga atlet Sulawesi Tenggara rela tinggalkan seleksi Pekan Olahraga Daerah (Porda) untuk mengikuti seleksi Bintara Prajurit Karier TNI AD

Demi mengikuti seleksi Bintara Prajurit Karier TNI AD, tiga atlet asal Sulawesi Tenggara (Sultra) rela tinggalkan seleksi Porda.

Mereka adalah Muhammad Nur Akbar (19) asal Kota Baubau, Muhammad Rifat (19) asal Kota Kendari, dan Putu Ngurah Bima Arthawijaya (18) asal Kota Kendari. 

Muhammad Nur Akbar merupakan atlet pencak silat Sulawesi Tenggara (Sultra) lulusan SMAN 1 Baubau.

Akbar menolak panggilan seleksi Porda Baubau untuk mengikuti seleksi calon bintara TNI AD.

Baca juga: Motivasi dari Apriyani Rahayu, Dorong Semangat Atlet Bulu Tangkis Sultra Raih Medali PON XX Papua

Selain jago dalam cabang olahraga pencak silat, Akbar juga merupakan atlet renang dan peraih juara satu karate tingkat provinsi.

Tak hanya itu, ia berhasil mewakili Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) merebut juara dua ajang Kejurnas Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN).

Muhammad Nur Akbar mengatakan salah satu pendorong dirinya untuk mengikuti seleksi penerimaan calon prajurit karena ingin membanggakan kedua orangtuanya. 

Ayah Muhammad Nur Akbar adalah Sertu (Purn) Jabbar mantan anggota Koramil 01 Kodim 1413/Buton. Sementara ibunya Hariani Yani Julianti.

"Selain ingin membanggakan kedua orangtua, saya juga ingin melanjutkan perjuangan ayah saya untuk mengabdi kepada negara," ujarnya.

Baca juga: Peserta Calon Bintara PK TNI AD, Sultan Syafri Darmasulla Kuasai Bahasa Inggris dan Spanyol

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved